Kita cuma di jadikan budak oleh mereka!

Ketika kita menanyakan sama bocah bocah kecil apa yang di cita citakan dari bocah tersebut? Hal yang wajar dan kebanyakan kalau si bocah tersebut dengan gagahnya akan menjawab menjadi seorang presiden, dari sekian banyak bocah juga pasti banyak yang tidak mengerti atau tahu apa itu politik, maka saya akan katakan politik negri ini sudah kotor! Mungkin kebanyakan yang bocah tau jadi presiden itu enak, karena bisa jalan jalan keluar negri naik pesawat, kemana mana harus ada yang mengawal, makan, tidur, rumah semuanya di fasilitasi oleh negara, tapi saya yakin tidak sejauh itu bocah tersebut akan tau banyak mengenai apa saja yang di dapatkan seorang presiden dari negara. Eniweii ..saya akan menyuruh bocah bocah tersebut untuk tidur, supaya bocah tadi tidak tahu kalau hak hak dia telah di curi oleh maling negara (koruptor), seperti hak hidup, hak kesehatan dan juga hak pendidikan dan hak hak tersebut secara tidak langsung akan bersinggungan dengan masalah pajak. Menurut saya sampai saat ini pajak merupakan sumber utama penerimaan negara, yang pada tahun 2011 ini ditargetkan sebesar 839,5 triliun rupiah (kurang lebih 76 persen dari total penerimaan negara).


Semuanya berhubungan langsung dengan rakyat, atau dengan kata lain, rakyat lah yang sesungguhnya membiayai negara ini utamanya presiden dan kabinetnya. Pahitnya, meski berasal dari rakyat, anggaran negara hasil pajak tersebut tidak pernah benar-benar kembali pada rakyat, melainkan untuk membiayai para pejabat beserta aparatusnya dan mungkin untuk membayar utang yang dibuat pemerintah, sejatinya saya harus mengatakan sungguh naif sekali.

Saya sedikit speechless kalo ngomongin kinerja kabinet presiden sekarang, apa dasarnya saya tidak mengerti atau terlalu mencari informasi kesalahanya saja, tapi bagi saya apapun itu salah atau tidak selama kinerja tersebut menyentuh pada substansi kepentingan rakyat yang lebih luas, rakyat juga akan mengapresiasi. apa lagi sekarang lagi gonjang ganjing koalisi dan isu resufle kabinet, semuanya bagi saya ini adalah mirip tontonan bocah-- bocah yang lagi rebutan mainan (jabatan), lantas kapan kerjanya kalau cuma ngurusin bagi jatah dan rebutan kursi doang. Semua petinggi negara dan elite partai seolah di sibukan dengan hal hal yang tidak punya kepentingan sama sekali buat rakyat secara mendasar.
Apakah orang orang ini tidak sadar kalau amanat sebuah jabatan ataupun pemimpin yang menyalah gunakan itu akan menjadi
kenistaan dan penyesalan di hari kemudian?
kita coba mengutip buku Bapak M. Quraish Shihab yang baru diluncurkan tanggal 23 Februari 2011, berjudul Membumikan Al-Quran Jilid 2: Memfungsikan Wahyu Dalam Kehidupan. Yang menarik dan relevan untuk dikutip disini dari resensi itu adalah bagaimana pandangan Islam tentang jabatan dan bagaimana menjalankannya, yaitu sebagai berikut;
“Islam mengingatkan bahwa jabatan atau kedudukan bukan keistimewaan melainkan
tanggung jawab. Bukan pula fasilitas,
melainkan pengorbanan. Bukan untuk
berleha-leha, melainkan bekerja keras.
Kedudukan yang diraih bukan untuk sewenang-wenang, melainkan kewajiban utamanya melayani. Rasulullah SAW telah mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah yang akan menjadi kenistaan dan penyesalan di hari kemudian, kecuali yang menerimanya dengan hak serta menunaikannya dengan baik.

Pesan ini ditujukan kepada semua pemimpin dari tingkat terendah hingga pucuk pimpinan termasuk presiden, dari pejabat swasta, pengabdi negara, di daerah maupun pusat. Sudahkah para pejabat di negeri ini memegang amanah yang disampaikan Rasulullah? Jika para pejabat malah berbangga diri, memamerkan kekuasaan, tidak amanah, pecah kongsi antara ucapan dan perbuatan, menghamburkan uang, dan menelantarkan rakyat kecil atau pekerjaannya, celakalah.

Tidak ada kata terlambat untuk membenahi dan bertobat untuk menghindarkan diri dari kenistaan dan penyesalan di akhirat nanti. Bukan berarti tokoh lintas agama yang mengatakan kebohongan pemerintah harus di sebut burung gagak dan mata kalong, itu analoginya orang yang kalap dan penakut dari seorang setgab kabinet, siapa dia bagi saya dia tidak terlalu penting buat di bahas karena dia cuma memegang jabatan yang cuma di ada adain oleh presiden.

Hemm.. seberapa pengaruhnya sebuah kekuasaan hingga kita bisa di anggap cuma sebagai budak negara yang tidak boleh protes, tidak boleh nuntut apalagi demo dan menyebut kebohongan pemerintah. tapi saya pribadi mau pesan buat pak presiden, Ingatlah pesan sabda rosulullah:

"Siapa yang menetapkan seseorang untuk
jabatan padahal dia mengetahui ada yang
lebih baik darinya, maka dia telah
mengkhianati Allah, Rasul, dan amanat kaum Muslim".



Semoga bermanfaat!.... Sekedar untuk berbagi, segala kemungkinan bisa salah, bisa di perbaiki dan semoga di mengerti, kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

27 comments:

  1. komentarnya senyum aja yah :)
    semoga kedepannya lebih baik, benar2 memihak rakyat kecil, dan rakyat merasakan hidup damai tinggal dinegeri sendiri.

    ReplyDelete
  2. kayanya bakal ramai komentar deh postingan ini.

    ReplyDelete
  3. kita ga bayar pajak dikejar2, setelah kita membayar ga ada laporan duitnya kemana ya? hehe...

    ReplyDelete
  4. Moga kita sedar akan hak kita sebagai rakyat yang memilih pemimpin.. hidup yayack! eh..apaan..

    ReplyDelete
  5. essip boss..... seorang pemimpin akan diminta pertanggungjawabkan nanti di akhirat..... makanya jadi pejabat atau presiden jangan lalai terhadap rakyat......hihihihihi

    ReplyDelete
  6. @narti:
    Itu yang di inginkan rakyat sebagai dasar tujuan pancasila, tanpa di mintapun seharusnya pemerintah sadar karena ini menyangkut sebuah kewajiban yang sudah di mandatkan dan harus di pertanggung jawabkan :)

    @sda:
    ramai emang ini pasar kaget bu hehe...

    Ramai atau tidak yg penting substansinya kena dan bisa memecahkan suatu masalah tanpa mengandung fitnah, itu esensinya...

    ReplyDelete
  7. @dee:
    iya aneh ya, kita susah payah mencari uang lebihan buat bayar pajak, eeh yang udah jelas nyuri duit pajak malah hengki pengki plesiran ke bali hikss.. emang ini negri tidak punya tuan ya :o

    @Astina:
    Sadarnya baru sekarang mbak, ternyata kita salah memilih dan menilai...

    ReplyDelete
  8. @Arief Bayoe Sapoetra:
    begitulah kalau lagi ada di tampuk kekuasaan, semuanya lupa, lupa akan janjinya waktu kampanye, lupa sama tanggung jawabnya, lupa sama omonganya sendiri atau pura pura lupa huh..! bener kata bimbo kalo mo menyelamatkan negri ini harusnya sembuhkan dulu para elit negara yang sakit jiwa!

    ReplyDelete
  9. mari sama berdo'a deh semoga para pejabatnya pada bertobat.. amien...

    ReplyDelete
  10. @dee; betul tuh kita bayar pajak tiap taun tp input pada rakyat hanya PEPESAN KOSONG

    ReplyDelete
  11. Assalamu'alaikum Kang,
    semoga banyak pemimpin baca postingan ini termasuk kita sebagai pemimpin diri sendiri dan pemimpin terhadap anak dan istri terlebih memimpin sekian banyak nyawa.
    Tidak cukupkah mereka mencontoh bagaimana kehidupan Rasulullah SAW dan sahabat-sahabat yang tidak pernah mementingkan diri sendiri bahkan terhadap keluarganya. Semua tercurah demi menegakkan amanah yang dipanggulnya.
    Kita hanya bisa berdo'a semoga ke depan muncul pemimpin bangsa yang berakhlak akhirat, dan untuk pemimpin yang telah ada semoga dibukakan pintu hidayah.

    OOT: Kang pesan FBnya belum di balas, saya penasaran jawabannya, balas di fb saja ya. Syukron

    ReplyDelete
  12. @Lozz Akbar:
    Berdoa... di mulai, besok korupsi lagi, berdoa lagi besok bohong lagi ckckck...
    sesungguhnya Allah tak akan mengubah
    suatu kaum Kecuali kaum itu sendiri yang
    mengubahnya.

    @Rahman Raden:
    Haha pepesan kosong padahal janjinya pake janji angin surga ;D

    @Djangan Pakies:
    Iya kang mudah_mudahan ada hidayah buat para pemimpin kita, Semoga Allah melindungi kita dari para pemimpin yang jahil, apalagi mampu mendatangkan mudharat bagi yang dipimpin. semoga Allah menjauhkan kita dari pemimpin, yang lidah dan pemikirannya menyeret orang-orang yang dipimpin pada lubang-lubang pembawa binasa. Dan semoga bangsa ini, mampu belajar untuk memilih pemimpin, untuk kemudian berusaha melahirkan para pemimpin yang benar2 hati dan pemikiranya untuk rakyat.

    ReplyDelete
  13. samal untuk pemimpin yang mengantuk ^__^

    ReplyDelete
  14. salam saya untuk pemimpin yang mengantuk mas... ^__^

    ReplyDelete
  15. Yah begitulah. Usaha melanggengkan kekuasaan jadinya gitu... *prihatin banget emang

    ReplyDelete
  16. Yah begitulah. Usaha melanggengkan kekuasaan jadinya gitu... *prihatin banget emang

    ReplyDelete
  17. hahaahh setuju deh ini tapi mau gimana lagi. cuma bisa mendoakan dan mempertanyakan 'duit pajak kemana woiiiiiiiii.' emosi kadang orang ada yang sampe diubeeer banget buat bayar pajak tapi ga ada transparansi sama sekali ck.

    ReplyDelete
  18. Betul itu brow! Kita hanya menyaksikan mereka mempertahankan kekuasaan, tak sadar bahwa kitalah yang memberi kekuasaan.

    ReplyDelete
  19. prihatin sebenarnya klo liat politik jaman sekarang, saya hanya berusaha untuk bersikap baik dimulai dari sini dan semoga nanti mampu memberikan perubahan untuk negara ini, minimal gitu.

    ReplyDelete
  20. @Yanthee:
    Hehe salamnya entar di sampein kalo dia dah bangun, salam jitak!

    @Ami:
    Yup, pada intinya para pemegang tampuk kekuasaan sudah tersandera sama harta dan tahta...Harta itu buruan .. Tahta itu ambisi... Pujian itu menyenangkan ...Tapi ingatlah bahwa Kematian hal yang pasti!

    ReplyDelete
  21. @☺☺☺: Berkali kali bilang dalam pidatonya 'justice for all' tapi nyatanya selalu berpihak sama orang2 gde.. Ikutan emosi!

    ReplyDelete
  22. @Ayyief Alkaff Anak Shaleh:
    Kalo udah di atas sih bro suka lupa sama yang di bawah. :)

    @Ajeng Sari Rahayu:
    Ya, di mulai dari diri kita mudah2an.. Prestasi bukan sesuatu yang sempurna kalo belum dilengkapi dengan moral yg baik..

    ReplyDelete
  23. aku suka tinjauanmu tentan gQuraish Shihab tu ^___^

    Salam karya

    ReplyDelete
  24. @Wiwied:
    Wah seneng dakwahnya bapak juga yah, hehe bukunya msh terbatas..

    ReplyDelete
  25. Datang berkunjung Kang...
    Memang harta dan tahta sering bikin orang gelap mata, amanat yang diemban tidak dijalankan sebagai mana mestinya...masing2 pada ngurusin kantongnya sendiri. wah pusing dah klo ngomongin beginian...hehe

    sekalian minta ijin follow blognya, n' klo berkenan follow balik ya...sok atuh ! :)

    ReplyDelete
  26. @Noor's blog (inside of me ):
    Pusing bener, hehe lebih pusing lagi kalo entar anak cucu kita jadi korban pemimpin negara yang salah urus!!! Kelaparan mungkin...

    ReplyDelete
  27. tulisan yang bagus
    makasih ya udah share..\
    kunjungi jg bahan bacaan saya :
    jurnal ekonomi andalas

    ReplyDelete

Tinggalkanlah komentar anda di sini

Baik tidaknya artikel ini hanya pada sebatas tujuan untuk berbagi. baik itu informasi, inspirasi ataupun sekedar basa basi. Baca juga artikel yang lain, terima kasih...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More