Mau Percaya Sama Wikileaks Atau Pemerintah?

Awalnya saya cuma iseng masuk ke detiknews.com tapi pas saya buka beritanya cukup standar artinya tidak terlalu penting buat di baca, setelah saya coba masuk ke KOMPAS.com dan cukup kaget juga ada artikel yang memuat tentang wikileaks persisnya "Wikileaks: SBY menyalah gunakan kekuasaan", setelah saya membaca semuanya, intinya harian di Australia, the age telah memuat judul headline “Yudhoyono ‘Abused Power ”, berita The Age yang sudah liar beredar di berbagai media dalam negeri sontak membuat istana kalang kabut. Tak ketinggalan pula para petinggi Partai Demokrat yang terus berkoar membantah dalam pembelaanya, “itu tidak benar!” Seisi istana berang dan marah sekaligus panik. Semuanya menglarifikasi, bahkan hingga memanggil Dubes AS untuk Indonesia.

Berbagai bantahan pun bermunculan dengan cepat. “Itu berita sampah dan ngawur!” Bukan hanya kalangan elit, segelintir orang
pun marah dengan pemberitaan The Age yang sedikit out of the box dibandingkan media lokal maupun nasional.

Menseskab Sudi Silalahi membantah semua isi berita tentang dirinya, salah satunya,
mengintervensi sengketa kepemimpinan di
PKB gusdur. Melalui Sudi pula, Presiden Yudhoyono menyatakan ketidak benaran informasi yang disajikan dua media asing tersebut. Putra bungsu Yudhoyono, Ibas baskoro, menyatakan berita tentang “abused power ” tersebut ngawur , bahkan hingga seribu persen katanya, Staf khusus presiden deny indrayana pun menulis di twitter nya bahwa berita tersebut cuma di kumpulkan dari obrolan di warung kopi. Bahkan menlu marti natalegawa menganggap berita tsb cuma di ambil dari berita jalanan.

Keterlibatan ibu negara, Ani Yudhoyono, dapat sanggahan dari Ketua FPD di DPR RI Jafar Hafsah. Katanya Ibu negara hanya mendaampingi presiden dalam menjalankan tugas. “Ibu negara menangis, ” kata Sudi menceritakan respon Ani Yudhoyono.
Sanggahan apa pun merupakan hak dari setiap orang, bahkan bagi para pendukungnya. Namun, di pihak lain, “pembenaran ” atas berita itu juga terjadi artinya mempunyai sisi kebenaran. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga di sebut di harian The age tsb mengakui
kebenaran informasi dua media Australia
tersebut. Mereka menyebut JK menebar uang saat ia terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar saat Musyawarah Nasional Partai Golkar di Bali pada 2004. “Ya, sekitar Rp 2 sampai Rp 3 miliar lah, ” katanya. Menurut JK, uang itu digunakan untuk membayar tiket pesawat pengurus PG dari pusat dan daerah.

Juga untuk membayar biaya penginapan di hotel tempat Munas berlangsung. “Tebar” uang ini sepertinya jadi hal lazim di kalangan partai politik. Ketua umum terpilih mendapat “kehormatan ” membayar biaya tiket pesawat dan hotel. “Hampir semua partai juga begitu, dan itu bukan rahasia lagi, ” tutur jusuf kalla saat di wawancari metrotv.

Apa daya, berita itu sudah menyebar ke
seluruh dunia. Jejaring sosial di internet
sepperti facebook dan twitter pun ramai
membicarakan hal ini. Ada yang skeptis,
percaya, bahkan ada yang bersuka cita menyambutnya. Berbagai alasan muncul mengapa mereka harus bersikap seperti itu. Mereka punya jawaban sendiri atas sikapnya tersebut.

Namun, sebagian dari mereka merasa dapat
angin segar setelah sekian lama tak
mendaapat informasi menghentak seperti
pemberitaan The Age. The Age menurunkan berita seputar sepak terjang Presiden Yudhoyono. Mulai dari kasus Century, intervensi pada Jaksa Agung untuk
hentikan kasus dugaan korupsi suami Ketua
Umum PDIP Taufik Kiemas, memakai BIN untuk memata matai yusil ihza mahendra, kedeketan keluarga SBY dengan Tommy winata, sepak terjang ibu
negara Ani yudhoyono, hingga penggunaan intelejen negara untuk kepentingan
Yudhoyono menekan lawan lawan politiknya. The age mengambil data dari
wikileaks sebagai acuan utama berita.

Wikileaks sendiri bersumber dari kawat
diplomatik dari Kedutaan Besar AS di seluruh
dunia ke Washington yang menghebohkan dunia sejak awal kemunculannya. Untuk menyelidiki pemberitaan tersebut,
banyak juga yang skeptis terhadap hal itu.

Perlu investigasi lebih lanjut agar tak terjebak pada sensionalitas belaka. Data yang disajikan dinilai masih kurang memadai sehiingga investigasi mendalam sangat penting untuk dilakukan media massa lokal dan nasional. Bukan sekedar memberitakan informasi yang berasal dari konferensi pers belaka.

Banyak hal perlu didalami lagi, termasuk wartawan dan media yang menurunkan berita tersebut pada seluruh lapisan masarakat luas. kalau sudah begini lantas kita mau percaya sama siapa? Lagi lagi kita di buat bingung...

23 comments:

  1. Assalamu'alaikum Kang,
    begitulah kalo segala sesuatu sudah memasuki ranah politik, maka semua menjadi membingungkan orang awam seperti saya. karena ketika ada dua kubu dengan masalah yang saling beesebrangan dan keduanya saling memberikan pernyataan berbeda maka tentu saja saya yang jadi bingung menentukan.
    Maka berbaik sangka sajalah terhadap kejadian yang ada, Kalopun ada hal negatif, jika Alloh berkendak maka aib itu akan terbongkar

    ReplyDelete
  2. anda sendiri percaya atau tidak????

    ReplyDelete
  3. Saat ini sulit mencari orang2 yg benr2 jujur.....

    ReplyDelete
  4. yang penting negara aman dulu gan, smoga klo memang sby benar, dia akan membuktikannya. Bukan saya fans SBY, tapi sejauh ini setidaknya menurut saya SBY adalah presiden yang luar biasa ktimbang dua pendahulunya yg talking2 saja..

    ReplyDelete
  5. @Djangan Pakies:
    Apakah berita ini juga aib yang sudah terbongkar pak? Hehe iya ya kita sebagai orang awam sulit mencari sisi sebuah kebenaran, kebagian bingungnya saja :)

    ReplyDelete
  6. @Noeel-Loebis:
    Saya membuat dan menshare artikel ini justru ingin mencari sisi kebenaran dari berita tsb, dan saya tidak punya kompeten buat menjawab maaf, hehe maksih udah mau komentar...

    ReplyDelete
  7. @Rahman Raden:
    Bener banget, lebih sulit lagi mencari orang2 yg jujur mengakui kesalahanya :)

    ReplyDelete
  8. @tito Heyziputra:
    Iya, pada intinya yang di tuntut dari kita pada pemeintah adalah hidup aman dan sejahtera, dan satu lagi kesetaraan hukum yang kini bisa di katakan terlalu memihak orang2 yg punya duit. :)

    ReplyDelete
  9. sayapun gak tahu mana yg harus di percaya..

    tapi kebenaran itu akan selalu menang :)
    kita lihat saja kedepannya.. apakah pemerintah atau wikileaks yg salah :D

    ReplyDelete
  10. @sichandra:
    Bener bro, kalaupun wikileaks ini di anggap cuma bohong dan sampah tapi toh mantan wapres jusuf kalla sudah mengakuinya di mana pak JK telah menebar duit miliaran untuk meng gol kan menjadi ketua umum GOLKAR!

    ReplyDelete
  11. kalau saya tentu saja percaya sama Tuhan aja hihiihih dan untuk di indonesia saya percayakan pada suara rakyat

    ReplyDelete
  12. Aku tak tahu harus percaya yang mana... :(
    Tapi aku yakin waktu yg akan membuktikan semua, karena kata2 manusia seringkali tak dapat dipercaya.

    ReplyDelete
  13. @Brigadir Kopi:
    percaya sama tuhan sih udah sebuah kewajiban sob hehehe.. iya bener biar publik yang menilai dulu :)

    ReplyDelete
  14. Berita yg benar2 menghebohkan memang, terlepas dari benar atau tidaknya. Jadi penasaran bagaimana anggapan dunia luar thd Indonesia dan Presiden kita.

    ReplyDelete
  15. Gak ngerti deh tentang wikileaks...:(

    ReplyDelete
  16. @the others....:
    Mudah2an negara kita msh di anggap negara yang baik, bersih dan demokratis. Tapi udah pada tau kalo indonesia negara terkorup se asia pasifik hikz....

    ReplyDelete
  17. @place to study:
    Haha gak ngerti juga gapapa yg penting udah meninggalkan jejak dan link nama anda disini :D

    ReplyDelete
  18. Media itu adalah lidah yang mampu membawa kepada naik atau turunnya ekonomi dan sosial negara... kebebasan media di Indonesia adalah lebih terbuka berbanding di malaysia.. Maka yang negatif itu dominan kerana fitrah manusia sua membaca yang musibah berbanding yang baik..

    ReplyDelete
  19. @A.s.t.i.n.a:
    malaysia lebih adem dalam hiruk pikuk politiknya di bandingkan indonesia! :)

    ReplyDelete
  20. nggak usah bingung lah, publik bisa saja menkonsumsi berita macam di atas itu, tapi ingat "JANGAN SAMPAI TERPROVOKASI"

    ReplyDelete
  21. @Ajeng Sari Rahayu:
    Tapi pak jusuf kalla sudah mengakui kebenaran bocoran wikileaks tsb walopun tdk secara spesifik. publik lagi menunggu bocoran wikileaks tentang kasus antasari azhar yg di nilai sangat penuh rekayasa, pelemahan KPK, century gate, rekening gendut, mafia pajak, gayus tambunan, krakatau steel? Semuanya tidak ada kejelasan. Makin bingung nih :D

    ReplyDelete

Tinggalkanlah komentar anda di sini

Baik tidaknya artikel ini hanya pada sebatas tujuan untuk berbagi. baik itu informasi, inspirasi ataupun sekedar basa basi. Baca juga artikel yang lain, terima kasih...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More