Belajar Dari Sepasang Kekasih

"Saya ingin menikah muda dengan wanita yang saya cintai sekarang, Bukan karena saya ingin melakukan hal yang
selama ini dilarang oleh agama, tapi saya ingin menikmati pernikahan itu sendiri sebagai sebuah ibadah ". begitulah kira-kira kalimat yang pernah saya tulis di status facebook saya". Tapi yang saya pikirkan sekarang bukan saya takut karena alasan belum mapan dalam posisi karir, ataupun takut belum dapat restu buat nikah di usia muda, tapi lebih pada ketakutan saya itu karena udah pasti ibu bakal ngelarang saya buat menikah dengan wanita yang beda agama. Pasti ibu bakal marah besar karena selama ini ibu saya selalu pesan buat saya sendiri untuk menikah dengan wanita yg seiman, saya pun sebenarnya sangat memahami keinginan dan pesan ibu, karena naluri setiap ibu pasti selalu menginginkan kebaikan dan yang terbaik buat anak-anaknya termasuk saya sendiri.



Kebetulan pasangan saya juga selalu ngerti dengan posisinya sebagai penganut katholik, bahkan saya juga sering cerita mengenai apa saja yang sekarang menjadi ketakutan ibu mengenai keinginan rencana pernikahan saya. Gina adalah pasangan saya, dia cuma tersenyum menanggapi cerita saya tadi, karena selama ini gina juga selalu belajar dan masih banyak belajar tentang bagaimana menjadi seorang muslim, bahkan diam-diam dia juga sudah punya guru spiritualnya yang di dapatkan dari temanya sendiri. dan gina selalu berpesan kepada saya untuk selalu yakin bahwa kekuatan cinta akan menemui jalan terbaiknya sekalipun dengan hal--hal yg sedikit absurd.

Saya pun selalu yakin dan punya prinsip hidup untuk tidak mengecewakan keluarga khususnya ibu, terlebih kepada agama saya sendiri. Hingga kesadaran dari hati itu pernah muncul buat saya untuk mengislamkan gina sebagai calon pasangan saya nantinya, tapi tentunya akan menjadi sebuah dilema juga kalau di mana saya harus memaksakan kehendak gina apalagi mengenai masalah keyakinan, saya waktu itu sepenuhnya selalu percaya kepada proses yang sudah saya perjuangkan bersama gina.

Pastinya keluarga gina juga punya prinsip seperti ibu saya perihal masalah ini. saya pun selalu menemui jalan buntunya ketika masalah ini selalu di diskusikan bersama gina, tapi tetap berusaha untuk survive. memang kalau masalah seperti ini harus ada yang di korbankan salah satunya untuk berada pada satu jalan dan keyakinan yang sama. Untungnya gina selalu memahami pada posisinya sendiri sekarang, dan dia tidak pernah sekalipun menyerah dengan masalah ini, terlebih dan tentunya sedikit di tentang banyak keluarganya.

Hingga pada ahirnya hidayah itu sepertinya datang buat gina dan saya, dia menelpon saya untuk segera datang ke masjid Nurul-Huda deket kantor pos di mana saya dan gina pernah ketemu di sana untuk pertama kalinya. tanpa pikir panjang dan mempertanyakan alasanya sayapun bergegas memacu kendaraan motornya menuju lokasi dimana katanya dia berada di masjid.


Setelah sampai di lokasi yang di sebutkan, saya sedikit kaget karena di situ sudah banyak kerumunan orang yang sedang membetulkan motor yang sedikit ringsek yang sudah di tinggalkan pengendaranya. Saya pun paham dan cukup tahu itu motor siapa, setelah tanya-tanya sama orang sekitar dan dengan panik dan gemetaran sayapun langsung bergegas menuju rumah sakit hasil petunjuk dari orang orang sekitar. "mas mas sebentar mas.." saya tidak mempedulikan apa maksud dari orang tua bersorban tersebut memanggil saya karena yang ada di pikiran saya cuma bagaimana supaya saya bisa segera nyampai rumah sakit di mana gina di rawat.

Sampai di rumah sakit sayapun tidak bisa menahan rasa sedihnya setelah melihat orang yang terkasihi terbaring lemas dengan luka di kepalanya, tapi gina malah tersenyum setelah melihat saya masuk dari pintu kamar di mana dia di rawat.

"Saya ga papa kok, saya di sini tidak butuh orang yang bersedih, saya butuh orang-orang yang selalu tersenyum setelah melihat saya ada di sini " lirih gina dengan sedikit batuk. Saya pun tersenyum untuk memastikan gina bahwa dia tidak mengalami luka yang serius.

Hingga pada ahirnya sayapun terpaksa nginep di rumah sakit bersama keluarga gina juga. Gina hanya sedikit merintih di tengah malam dalam tidurnya. Saya pun lantas memanggil perawat di kantornya yang kebetulan masih belum tidur. wanita perawat tersebut begitu sopan dan terkesan murah senyum, sambil memegang tasbihnya dia selalu memastikan dengan tutur katanya yang keibuan bahwa kondisi gina baik-baik saja, dia menaruh tasbihnya di sebelah bantal gina untuk membetulkan dan memastikan kabel infusnya yang sedikit melilit.

Gina pun menanyakan pada suster sambil melirik tasbih tersebut. " kalau boleh nanya, emang ini apa sus?" Suster pun menjawab sembari senyum "ooh ini ya, hehe ini cuma tasbih buat menjaga supaya saya tidak tidur" gina pun tidak puas atas jawaban suster tersebut hingga dia tertidur lagi dengan pulas.

Di tengah tidurnya seolah gina menemukan sebuah hidayah, dia bermimpi di ajak oleh suster tersebut ke masjid Nurul-Hudda di mana dia mengalami kecelakaan, diapun menemukan cahaya bertuliskan syahadat sebagai kalimah Allah. begitulah mimpi yang dia ceritakan kepada saya.

Sampai pada ahirnya gina meminta saya untuk memanggil suster tersebut, dan pada alhamdulillah gina dan mungkin saya telah di pertemukan dengan hidayah, bimbingan atau petunjuk dari Allah SWT bahwasanya kekuatan cinta bisa merubah semua yang saya takutkan selama ini.

Kebahagiaan seakan terjawab saat gina meminta untuk menjadi seorang muslim di tengah kondisi sakitnya. Saya sedikit speechless buat menyikapi kabar bahagia tersebut. Setelah mendapat bimbingan dari suster tersebut lima hari kemudian gina langsung memutuskan untuk menjadi mualaf.

Lima bulan kemudian sayapun memutuskan untuk menikah yang di bangun atas dasar cinta bersama gina sebagai jalan ibadahnya, dan menurut saya Menikah adalah sebuah elemen kodrati sebagaimana rezeki dan juga ajal. Tak akan salah dan terlambat sampai kepada setiap orang. Tak akan bisa di majukan ataupun ditahan. Selalu tepat sesuai dengan apa yang telah tersurat pada awal penciptaan anak Adam.
** beberapa tahun kemudian**
Sekarang saya pun di karuniai lima orang anak hasil pernikahanya dengan gina dan bersukur sekali karena sudah menjadi keluarga yang bahagia insya Allah. Sebaik baik perhiasan adalah wanita atau isteri solehah yang memberikan sakienah dalam kehidupan untuk meraih jannah...


Cerita ini ternyata fiktif dan cuma hasil dari sebuah imajinasi saya yang di latar belakangi dari keinginan saya untuk segera menikah

19 comments:

  1. eh oh..saya kira kisah nyata mas,hehehhe
    benar mas, hidayah seseorang hanya bergantung pada Allah.
    mudah2an Allah melapangkan jalan nya mas menuju kesempurnaan dien.amin

    ReplyDelete
  2. Semoga imajinasinya segera terwujud jd kenyataan ya Mas... AMieeen.....!!!

    ReplyDelete
  3. selamat menikah muda....ew..bner?...

    ReplyDelete
  4. hmm... Asli saya kira nyata nh..
    Apalagi yang paling keren jawaban suster yang ditanya gunanya apa tasbihnya itu..
    Sukses buat rencananya mas.

    ReplyDelete
  5. Wah ceritanya indah sekali...... beda agama tapi bisa bersatu.... sungguh karunia Allah yang tiada terkira..... semoga mas yayack cepet nikah & menyempurnakan separuh agamanya dapet jodoh yang sholeha....:)

    ReplyDelete
  6. hahahaha, kena tipu saya, kirain beneran, eh pas baca ending, ternyata..:)

    iya mas nikah mudah itu indah loh..contohx saya yg dah ngerasain..monggo mas..mdh2an cpt nyusul..amiin..

    ReplyDelete
  7. Nikah itu menyempurnakan dhien. Tapi semua juga diserahkan pada Allah. Kadang hidup penuh ujian yang perlu dilewati. Menjalankan ajaran Islam yang benar adalah yang terbaik. Salut bagi yang mau belajar Islam sungguh2 tentang ajaran Islam dari muda. Saya udah agak telat...

    ReplyDelete
  8. Waduh, kalo baca dari atas, saya sudah mengira kalau cerita ini nyata. Ternyata saya tertipu, hehe. Tapi mantap Bang ceritanya...

    Mudah2an keinginan menikahnya segera terkabul. dah ada calon blom? kalo blom, sekalian deh cariin buat Bang Pendi, hahaha...

    ReplyDelete
  9. @Nova Miladyarti:
    Hidayah juga datang buat org2 yg selalu ada pada jalan spiritualnya hehe amiin.. :)

    ReplyDelete
  10. @Mr TM:
    Semoga saja amiin, makasih doanya ☺

    ReplyDelete
  11. @Adit Mahameru:
    Hehe kurang tuntas ya bacanya? ☺

    ReplyDelete
  12. @Ardian Bumi:
    Makasih mdh2an terealisasikan ☺

    ReplyDelete
  13. @amisha:
    Bukan maksud mau menipu pembaca maaf ☺ owh nikah muda enak ya, hehe rasa melon kali mbak... Sudah di ihtiarkan!

    ReplyDelete
  14. @Ami:
    Iya semua sudah di ihtiarkan dan di doakan tapi yg merencanakan adalah Allah SWT ☺

    ReplyDelete
  15. wah...hepi ending.... bahagianya akhirnya hidayah itu datang pada Gina...

    ReplyDelete
  16. @Noor's blog (inside of me ):
    Waduh jd kaga enak nih aye, hehe pada merasa ke tipu maaf yee bang pendi ;D

    ReplyDelete
  17. Hidayah memang rahasiaNya..

    ReplyDelete
  18. asswrwb..wkwkkwkk udah serius baca ehhh, terakhirnya ada kalimat kayak gitu jd ngakak deh*tp ngakaknya ga lebar kok ntar kemasukan lalat hehehe. Btw ak jg trmsk menikah di usia muda, n ternyata bener kok, kl kt niatnya baik sll diberi kemudahan oleh Allah, sll diberi perlindungan dan kemurahan..^_^..Amin. So, yuk buruan nikah mumpung msh muda..hehhehe

    ReplyDelete

Tinggalkanlah komentar anda di sini

Baik tidaknya artikel ini hanya pada sebatas tujuan untuk berbagi. baik itu informasi, inspirasi ataupun sekedar basa basi. Baca juga artikel yang lain, terima kasih...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More