Kisah Sebuah Lubang Jarum

Tanpa di sadari sebenarnya ada banyak hal atau kejadian menarik yang sesekali muncul di sekitar keseharian kita, untuk mampu kita tangkap setiap kisi-kisi pesan nya yang setidaknya bisa menjadikan kita punya kecenderungan di tuntut buat berpikir lebih. Seakan Tuhan ingin mengirim pesan pesan ringan di sela keseharian kita sebagai manusia untuk terus berpikir dan belajar dari setiap kejadian yang kita alami dengan atas izin Tuhan. Di sela waktu sore sebelum matahari menyembunyikan terangnya, saya di kondisikan dalam situasi pembelajaran yang mungkin sangat berharga waktu itu. Adalah sebuah lubang jarum di mana kita berempat yang kebetulan ngumpul di depan salah satu rumah dengan iseng untuk sempat menantang satu sama lain buat memasukan satu helai benang putih ke dalam lubang kecil sebuah jarum. Tidak tahu jarum itu dapat dari mana, kepastian lubang jarum itu sengaja memang buat di masukin benang sebagaimana fungsi dan kegunaanya.



Semula semua gak ada yang bisa sama sekali agar benang tersebut bisa lolos masuk ke lubang jarum super sempit tersebut. Berkali kali di coba dan di ulang lagi yang memancing rasa penasaran bahwa sebenarnya kelihatan sangat mudah. Entah karena sebuah tuntutan takut gengsi di katakan mata berumur (dibaca: tua) atau memang butuh konsentrasi lebih sehingga hal yang sebenarnya bisa di anggap sepele itu sangat tidak mudah untuk di kerjakan. Semula mengklaim semuanya merasa mampu, tapi pada ahirnya setelah di coba tidak ada yang mampu dengan banyak versi macam alasan. Ada yang beralasan merasa benangnya terlalu gede, ada yang menyebut lubang jarumnya terlalu kecil dan ada yang kepaksa memaklumi karena dirinya merasa tidak memakai kacamata. Bahkan alasan dari saya malah lebih menghawatirkan lagi buat dunia, yaitu karena sudah lama gak pernah memasukan benang ke lubang jarum. Hehe.


Semua alasan sebenarnya bagian dari pembuktian karena ketidak mampuan dari masing-masing diri kita. Apapun masalahnya kalau kita serius mencoba lagi, fokus dan mengalami fase sebuah kegagalan atau berkali kali merasa gagal, hal yang bisa di amini kalau semula kita merasa tidak mampu____ dengan mencoba lagi ahirnya kita bisa melengkapi kemampuan kita sebagai wujud atau reward kalau kita mau terus mencoba dan berusaha. Toh pada ahirnya dari kita yang berempat tadi salah satunya bisa memasukan benang tersebut ke dalam lubang jarum yang sangat kecil itu. katanya dia 'BISA' berhasil (memasukan benang) sebagai tantangan tersebut: karena mampu memanfaatkan banyak kesempatan dengan menguatkan pikiran lalu fokus dan konsentrasi. Satu hal lagi karena mencoba untuk kesekian kalinya. Itu celotehnya setelah merasa berhasil memasukan benang ke dalam lubang jarum yang sangat sempit tadi.


Saya rasa begitulah juga dengan hidup, Tuhan menciptakan pada hal sekecil apapun atau kejadian ringan sekalipun, tidak mungkin tidak punya maksud dan tujuanya. Pasti punya rule sesuai dengan porsinya. Tinggal bagaimana kita sebagai manusia yang sudah di lebihkan dengan di anugerahi akal pikiranya, mampu mengaplikasikan kemampuan kita sendiri guna proses mencari semua manfaat jati dirinya dalam memandang banyak masalah hidup.

Dari kisah lubang jarum tersebut saya rasa tidak berlebihan untuk saya sendiri selayaknya bisa di jadikan rujukan juga sebagai kelanjutan misi kita sebagai manusia untuk bisa lebih bijak menghadapi semua bentuk persoalan hidup. Pun baik buruknya buat kita. Tidak ada yang instan untuk bisa menuai dan memanen sebuah keberhasilan. Butuh mencoba dan mencoba lagi. itulah hidup, suatu saat akan menemukan kebuntuan dan kesulitan, dan itu pasti sebagai bagian dari sisi kualitas arti hidup yang sebenarnya. namun semuanya dapat keluar dan berhasil tanpa harus beralibi dengan banyak macam alasan yang sebebenarnya bagian dari bukti merasa tidak mampu. Keyakinan dan usaha maksimal untuk terus mencoba dan menguatkan pikiran itulah kuncinya, yakin bahwa setiap kesulitan selalu di sertai dengan kemudahan.


Itulah mungkin Pelajaran berharga yang saya dapat dari kisah lubang jarum tersebut. Semoga bermanfaat...

28 comments:

  1. Yeah setuju, everything happened for a reason =)

    ReplyDelete
  2. begitulah ... banyak alasan untuk menutupi ketidakmampuan :D

    ReplyDelete
  3. menjadi perenungan buat saya nih mas, jikalau hidup ini memang butuh perjuangan dalam mencapai tujuan

    ReplyDelete
  4. amiin semoga bermanfaat...

    aku jadi teringat sama mata kuliah tauhid sewaktu semester satu dulu. pas lagi bahas soal Takdir. katanya sih, takdir berasal dari kata qadar, yang berarti ukuran. >>singkat cerita, untuk mencapai sesuatu (apapun), yang perlu dilakukan ya berusaha, atau memenuhi 'qadar' atau ukuran yang disyaratkan. Semakin besar sesuatu yang ingin kita capai, semakin banyak usaha yang dibutuhkan. there's no such a free lunch.

    so kalau ada orang yang meratapi nasib dan mengutuki takdir, sebenarnya itu karena dia malas saja. kalau masih gagal, mungkin karena belum memenuhi 'qadar' untuk mewujudkan takdir itu. sori malah kuliah di sini... mau sharing aja si.

    nice post :)

    ReplyDelete
  5. nice post....
    makasih sudah berikan pelajaran yg sangat berharga..

    ReplyDelete
  6. @Claude C Kenni:
    Yup setuju mksh udah nyempetin share :D

    ReplyDelete
  7. @John Terro:
    Wakakak langsung nuding hidung saya juga ya :D

    ReplyDelete
  8. @Arief Bayoe Sapoetra:
    Iya, semoga saja menjadi pengingat. Thanks...

    ReplyDelete
  9. @Huda Tula:
    Wah ngena banget penjelasanya oke hud udah saya catat nih hehe..
    Iya kadang kita suka lupa sma kalimat hebat berikut ' kita cuma bsa memesan bir tapi tdk bsa memesan takdir'.. Artinya seberapa besar usaha kita maka semakin besar pula kita akan menyentuh takdir. Baik atau buruk pda intinya dunia msh terus berjalan

    ReplyDelete
  10. @Bunda Loving:
    Mudah2an bu makasih juga sudah mau mampir :D

    ReplyDelete
  11. assalamu'alaikum Kang,
    waaah komentarku semalam pake hape ilang ...
    ---
    manteb tuh komentar Kang Huda. Kemalasanlah yang seringkali menjadi kendala seseorang meraih kebaikan dalam segala hal.
    cita-cita, harapan, usaha dan ikhtiar, do'a dan tawakkal adalah komponen penting dalam menjemput segala kebaikan itu. Insya Alloh

    ReplyDelete
  12. setiap permasalahan diciptakan juga beserta dengan jalan pemecahannya.. permasalahannya adalah.. keduanya itu, permasalahan dan jawabannya di sebar pada tempat yg tidak sama.. tinggal bagaimana kita mau atau tidak untuk mencarinya..

    ReplyDelete
  13. nice infonya my friend,visit me too..
    http://dollardarineobuxcomtanpareferal.blogspot.com
    http://dollardarineobuxcomtanpareferal.blogspot.com

    ReplyDelete
  14. Siepp deh, segala yang kita mau harus ada penuh perjuangan biar hasil nya maksimal serta memuaskan

    salam kenal yah

    ReplyDelete
  15. @Djangan Pakies:
    Betul pak kies kemalasan sering menjadi batu sandungan buat keberhasilan banyak orang... Saya jadi suka memelihara kemalasan kalo sudah terjebak pada ego sya sendiri.

    ReplyDelete
  16. @Majalah Masjid Kita:
    Iya mass.. Bener bgt makasih udah share disini. Sallam :D

    ReplyDelete
  17. @Jeng Atoes:
    Iya, dimana kita ada sikap untuk berusaha maka di situ ada jalan untuk menuju karpet merah sebuah keberhasilan...

    ReplyDelete
  18. setiap kesulitan, asal kita hadapi dengan tenang dan tak bosan-bosan kita coba selesaikan, pasti kita akan menemukan cara yang terbaik untuk menyelesaikan persoalan tersebut

    ReplyDelete
  19. awesome post...
    segala sesuatu jika dihadapi dengan pikiran tenang dan telaten, insyaallah bisa dilewati... seandainya tidak sesuai dengan harapan pun, orang yang berfikiran tenang akan tetap bersyukur karena mendapat pembelajaran melalui proses tersebut...
    keep posting brade :)

    ReplyDelete
  20. ramai yang suka me galah sebelum berjuang..

    yayack apa khabar mu? semoga sihat2 aja..

    bagi emel mu ya ke dygastina@gmail.com..
    sy mau invite ke blog

    ReplyDelete
  21. betul setuju masing-masing kita pasti pernah dan akan mengalami persoalan yang sulit, seperti memasukkan benang basah ke lubang jarum, jangankan benang basah, benang keringpun susah untuk memasukkannya, yang penting tetap berihtiar dan pantang berputus asa,
    salam kenal sobat follyou oke!

    ReplyDelete
  22. @yadiebaroos:
    Iya yah mas semuanya perlu proses di mana dari fase proses tsb ada banyak pelajaran yg kita tampung buat di jadikan langkah selanjutnya mendekati sebuah keberhasilan. makasih :)

    ReplyDelete
  23. @Alka Wisanggeni:
    Dengan kata lain tdk pernah merasa jengah dan bosan sma kegagalan. Mungkin dari situlah pribadi2 tsb akan mempunyai efek positif melahirkan langkah2 baru menuju keberhasilan...

    ReplyDelete
  24. @A.s.t.i.n.a:
    That is true hehe... kabar saya baek mbak, kbr yg di malaysia bagaimane?

    Email : yayack_qh@yahoo.com

    ReplyDelete
  25. @Thanjawa Arif:
    yup, kalo ada orang merasa sukses dan tdk pernah mengalami sebuah kegagalan, patut di pertanyakan selama ini hidup mereka kemana saja? Salam kenal juga hehe...

    ReplyDelete
  26. mampir lagi mas sambil membawa teh hangat berikut sekantong pisang goreng :)

    ReplyDelete
  27. @Majalah Masjid Kita:
    Hahaha makasih tapi ngutang aja ya :D

    ReplyDelete

Tinggalkanlah komentar anda di sini

Baik tidaknya artikel ini hanya pada sebatas tujuan untuk berbagi. baik itu informasi, inspirasi ataupun sekedar basa basi. Baca juga artikel yang lain, terima kasih...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More