Ramadhanku, Dulu Dan Kini

Dulu, di mana di saat bulan ramadhan akan datang untuk beberapa hari kemudian, dan dulu di kala bulan ramadhan sudah menjadi penantian banyak umat muslim. semua bentuk aktivitas sebagai persiapan menyambut bulan ramadhan makin terasa. Mulai dari bersih bersih masjid atau mushola, bersih bersih rumah sampai bersih bersih diri sebagai bagian dari ritual persiapan sebelum bulan ramadhan itu datang. semuanya harus bersih karena kebanyakan orang yakin bahwa bulan ramadhan akan menjadi bulan yang penuh dengan berkah dan pengampunan untuk mensucikan diri dari segala bentuk dosa dan masalah. Saat itulah masarakat di kampung saya lebih merasakan betapa spesialnya di saat bulan ramadhan tiba. ada ciri dan khas tersendiri yang membedakan bulan ramadhan dengan bulan bulan lainya. Mulai dari acara ngabuburit, menutup warung di siang hari, tadarusan, mengisi aktivitas ibadah siang hari sampai kebiasaan lebiasaan lainya yang menjadi kekhususan tersendiri yang tidak bisa di temukan pada bulan bulan sebelumnya.



Di kampung saya dulu, tiap akan datangnya bulan ramadhan, rasanya menjadi sesuatu yang sangat spesial artinya kita sebagai masarakat di kampung merasa di suguhi aktivitas kebersamaan, kerukunan dan saling berlomba mencari kebaikan berupa pahala lewat ibadah ibadah yang menjadi kekhususan di bulan ramadhan itu sendiri, seperti sholat tarawih, tadarusan, ataupun ibadah ibadah lainya.

Untuk mengisi waktu luang siang hari, biasanya untuk anak anak akan mencari kesibukan sendiri sebagai aktivitasnya. ada di antara dari anak anak tersebut yang mengisi siang harinya dengan jalan jalan ke suatu lokasi hingga nunggu bedug maghrib tiba, atau bisa di lakukan pada hal yang lebih positif yaitu mengikuti kegiatan pesantren kilat. Ada juga yang sengaja berjualan Es sebelum atau sehabis maghrib buat di edarkan ke para tetangga sekampung. Dan bahkan ada banyak dari mereka yaitu anak anak akan berburu petasan yang menjadi satu satunya mainan yang di anggap paling seru dan menarik berikut kembang apinya. dan yang menjadi ingatan saya sampai sekarang adalah ketika adanya sikap kebersamaan buat para jamaah sholat tarawih, dengan adanya jamuan aneka macam makanan atau kue yang di suguhkan buat para jamaah setelah habis sholat tarawih. Biasanya makanan tersebut berupa singkong rebus, nagasari, gorengan pisang, jagung rebus atau yang tidak jauh jauh dari hasil berkebun. Yang pada umumnya di suguhkan oleh orang orang secara bergantian artinya tiap orang punya kesempatan untuk bisa ikut menyediakan makanan buat para jamaah sholat tarawih.

Dan barangkali suasana yang cukup menjadi hiburan tersendiri yaitu di saat beberapa hari sebelum hari lebaran. Kita sekampung mulai dari anak anak sampai orang tua seolah semuanya di sibukan dengan persiapan penyambutan hari lebaran. mulai dari motivasi yang sibuk untuk mendapatkan baju barunya, ada yang sibuk dengan persiapan buat membikin kue dan ketupat lebaranya, dan ada yang sibuk dengan segala aktivitas lainya yang di rasa menjadi sangat berkesan. Apalagi kalau lebaran tinggal satu hari lagi semua para orang tua sekampung khususnya buat para ibu ibu di jamin akan sangat sulit untuk keluar dari dapur. Dan khususnya buat malam takbiran, di situlah sebenarnya puncak dari sebuah hari kemenangan, jalanan atau lorong gang akan ada lalu lalang orang orang yang hendak membagikan zakat fitrah dengan di iringi suara bedug takbiran yg berkumandang dari segala penjuru. Di situlah sebenarnya suasana lebaran bisa lebih sangat terasa, suara takbir dengan mengagungkan asma Allah selalu menjadi penabuh semangat hari kemenangan tiba. Hari yang fitrah dan hari yang penuh dengan kesucian dan saling bermaafan.

Dan untuk keesokan paginya, saya rasa hampir di tiap sudut RT dapat di pastikan akan ada semacam selebrasi setelah selesai sholat Ied lebaran dengan sengaja menyulut petasan, dan kalau boleh saya sebut bisa di namakan petasan rentengan yang mungkin panjangnya bisa mencapai 10-15 meter tergantung dari pesanan. Baru setelah beberapa menit petasan selesai di nyalakan, acara silaturahmi akan lebih terasa dan kelihatan, banyak dari rumah mereka yang hendak di kunjungi akan kelihatan jelas yang namanya kue yang mungkin sudah di jejerkan di sebuah meja tamu. Lebih tepatnya kalau kita bersilaturahmi bisa kaya semacam kuliner yang akan menemukan banyak aneka macam makanan yang sudah di sediakan oleh para tuan rumah. dan setelah agak siangan buat yang punya hobi jalan jalan dan banyak duit, mungkin siang harinya akan di isi dengan kegiatan liburan ke tempat rekreasi, bisa di pantai ataupun tempat rekreasi lain yang biasanya menampilkan para artis dangdut yang sedang ngetop.

****
Kini, ramadhan sedang dalam menuju perjalanan, setengah dari perjalanan ramadhan tahun ini telah kita lewati, tapi apakah kita telah benar-benar dapat
memberi makna di bulan mulia ini? dan apakah kita
dapat melakukan introspeksi diri utk meningkatkan
kualitas keimanan kita dan kualitas hubungan kita kepada Allah sang maha memiliki, hubungan dengan sesama dan hubungan dengan keimanan diri kita sendiri. Rasanya ramadhan beberapa tahun belakangan ini begitu terasa hambar seperti kehilangan makna ciri khasnya. Ramadhan
tidak ubahnya bulan-bulan lainnya yang pembedanya hanya di ramadhan___ kita tidak makan dan tidak minum hingga waktu berbuka tiba. Tidak adanya antusiasme dalam memaknai bulan ramadhan ini. jamaah sholat tarawih juga tidak serameh dulu, bahkan terkesan cuma semangat di awal yang pada akhirnya hanya tinggal tiga syaf atau tiga baris jamaah di tiap mushola. hanya saja sekarang pasukan obrog masih menjadi menu malam hari sebelum waktu makan sahur dan itupun tidak serameh zaman dulu yang hampir di tiap RT selalu mempunyai regu sendiri sendiri. Tapi yang terpenting buat saya sendiri adalah untuk sebisa mungkin memaksimalkan kualitas keimanan kita sampai ramadhan ini berakhir.

Semoga di sisa waktu ramadhan tahun ini dan mudah mudahan kita berkesampatan dapat bertemu dengan ramadhan tahun berikutnya, kita semua umat muslim, khususnya kepada diri saya sendiri, untuk dapat meningkatkan kualitas keimanan kita, dapat meningkatkan kualitas diri kita, serta memaknai kembali ramadhan yang tidak sesempit bahwa kita tidak makan dan minum sampai waktu berbuka, tetapi juga dpt mengontrol diri kita sendiri dari yang namanya hawa nafsu yang berlebih.

Kita sudah di pertemukan lagi dengan ramadhan sekarang, itu wujud dari sebuah hadiah (waktu) yang sudah di berikan Allah SWT, dan sudah saatnya dan seharusnya bisa menjadi restorasi iman kita untuk menjadi pribadi yang lebih dekat lagi dengan Allah SWT, menjadi momentum awal untuk bisa lebih memperdalam kualitas iman kita sebagai sebuah pengabdian kepada Allah SWT.

Bagaimana dengan pengalaman ramadhan kalian? Apapun pengalamanya semoga menjadi berkah dan barokah. Terimakasih...

21 comments:

  1. Yeah, tingkatkan amal ibadah...ironisnya, tingkat kejahatan malah jadi meningkat o_0

    ReplyDelete
  2. seruuuuu acaranya! jadi ngiri..:)
    met puasa Kang..masih kuat kan??

    ReplyDelete
  3. insyaAlloh pakde selalu bergembira dengan datangnya bulan ramadhan, danpakde selalu berharap dapat bertemu kembali dengan ramadhan yang akan datang

    ReplyDelete
  4. Amin, kalau di Tulungagung sana namnay takjil mas, panganan tadi. dulu saya sama temen2 juga suka nun gguin takjil setelah selesai tarawih, pengalaman yang menyenangkan. saya malah rindu masa2 yang dulu, yang di sini nggak ada. tapi saya malah heran, kenapa di Bulan Ramadhan aja setiap orang beramai2 ingin mendapatkan pahala yang banyak entah itu tarawih atau tadarusan, kenapa di bulan2 lain nggak tadarusan juga...

    ReplyDelete
  5. @Claude C Kenni:
    Itu realita skrg mungkin hehe,, sbg resiko dari kompleksitas hidup dengan makin banyaknya kesenjangan sosial di mana mana. Dan hal tsb sebenarnya tugas dari kita2 sbg bagian dari pengawal sebuah misi kebersamaan... Mksh neh udah mo share :))

    ReplyDelete
  6. @ketty husnia:
    Seruu tapi tidak se seru zaman saya kecil dulu hehe insya Allah msh kuat dan hanya tinggal beberapa hari lagi. Makasih mbak... Salam

    ReplyDelete
  7. @pakde sulas:
    Amiiin, insya Allah pakde mudah2 kedepan msh di berikan kesempatan utk bertemu dgn bulan ramadhan berikutnya dan itu sebenarnya mrupakan anugerah skaligus kesempatan utk memanen pahala hanya saja kebanyakan dari kita lupa buat memanfaatkan kesempatan tsb. Semoga kita selalu dlm petunjuk dan selalu di ingatkan. Makasih pakde selamat menjalankan ibadah puasa :))

    ReplyDelete
  8. @Ajeng Sari Rahayu:
    Owh takjil tah, ya mungkin beda nama tapi maknanya sama. tp sayangnya kegiatan semacam itu skrg susah di temui... Hehe

    kenapa hanya di bulan puasa kebanyakan dari kita utk berlomba lomba mendapatkan pahala? Ya mungkin sudah di pahami bnyak org kalo ibadah di bulan puasa pahalanya akan di lipatgandakan terus kalo di bulan ramadhan rasanya ada energi tersendiri yg bsa mendorong semangat utk bsa lebih dan lebih dalam beribadah.... Semoga saja dgn ramadhan ini kualitas iman kita bsa lbh baik..a sama. tp sayangnya kegiatan semacam itu skrg susah di temui... Hehe

    kenapa hanya di bulan puasa kebanyakan dari kita utk berlomba lomba mendapatkan pahala? Ya mungkin sudah di pahami bnyak org kalo ibadah di bulan puasa pahalanya akan di lipatgandakan terus kalo di bulan ramadhan rasanya ada energi tersendiri yg bsa mendorong semangat utk bsa lebih dan lebih dalam beribadah.... Semoga saja dgn ramadhan ini kualitas iman kita bsa lbh baik..

    ReplyDelete
  9. (ramadhan yang tidak sesempit bahwa kita tidak makan dan minum sampai waktu berbuka, tetapi juga dpt mengontrol diri kita sendiri dari yang namanya hawa nafsu yang berlebih.)<----bener sob ini yg paling utama, tuk hasil dari puasa itu..met kenal ya, sy sdh follow

    ReplyDelete
  10. Ada nama sampean nyasar di tempat saya membuat saya kaget. Karna boss sablon saya namae sama sampean xixixi.

    Ramadhanku diperantauan. Jd ga ada beda, tetep kerja hny saja siang ga makan, hehe

    ReplyDelete
  11. Ramadhan bulan penuh berkah, sdh pasti akan memberikan banyak manfaat bagi yg bs merasakan nikmatnya. semoga sukses mas yayack

    ReplyDelete
  12. @al kahfi:
    Sejak dari kecil kebanyakan dari kita sudah di tanamkan bahwa puasa tidak boleh makan dan minum di siang hari. Cuma sebatas itu padahal ada esensi yg lebih penting lagi buat di tanamkan pada pemahaman anak kecil yang mungkin sebetulnya kurang bsa menangkap pesan yg terlalu berat... Seperti ga boleh marah, ga boleh berntem atopun tdk boleh menggunjing temenya..

    ReplyDelete
  13. @Yudi Yunior:
    Semoga bsa selalu istikomah ke arah situ. Salam sukses :))kses :))

    ReplyDelete
  14. lho kok sama, saat kecil suasana Ramadhan dan lebaran begitu terasa, sekarang malah biasa..

    ReplyDelete
  15. Ramadhan dulu, saya sering main2 kalau tarawih. Kalau sekarang alhamdulillah, karena faktor umur, kebiasaan itu hilang juga :D

    ReplyDelete
  16. @iffa hoet:
    Iya ya mbak, banyak moment penting ramadhan jaman dlu tdk bsa ditemukan pda ramadhan skrg... Hehe asal aktivitas ibadahnya tambah luar biasa :D

    ReplyDelete
  17. @iam:
    iya kalo zaman kita kecil dlu pas sholat tarawih sma temen2 suka itung2an nanya satu sama lain. Makasih... Salam :D

    ReplyDelete
  18. kalo ramadhan dulu suasanaya beda sama yg sekarang,, salam kenal mas

    ReplyDelete

Tinggalkanlah komentar anda di sini

Baik tidaknya artikel ini hanya pada sebatas tujuan untuk berbagi. baik itu informasi, inspirasi ataupun sekedar basa basi. Baca juga artikel yang lain, terima kasih...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More