Ketika Perempuan Itu Tidak Seksi Lagi, Dan Jilbab Sebagai Senjatanya

Mutu dan kualitas seorang perempuan itu sama sekali sebenarnya bukan di lihat dari cantik atau tidaknya, tapi esensi dari kualitas pribadi seseorang adalah melihat dari prilaku dan akhlaknya. Memang makna dari sebutan seksi itu cakupanya begitu luas dan relatif, yang artinya tidak semua orang mempunyai penilaian yang sama. Bahkan ada anekdot yang tidak jarang menyebutkan bahwa baru melihat bagian betisnya saja ada sebagian orang yang memandang hal tersebut sudah di katakan seksi. Seksi tidak melulu mengekspose bagian bagian sisi perempuan yang di anggap menarik dan sensual, seksi juga berlaku bagi kaum perempuan yang sudah menutup hampir seluruh auratnya dengan mengenakan jilbab. Kata seksi juga bisa di tujukan buat kaum pria, bahkan konon menurut para wanita inggris banyak dari mereka yang menilai kalau baru dari sekedar bentuk hidungnya David Beckham saja sudah di katakan seksi. Mungkin bisa di asumsikan seksi itu penyalinan dari kata MENARIK, semenarik kisah yang pernah di ceritakan temen saya sebut saja dengan nama Halimah dengan pengalamanya sewaktu bolak balik naik angkutan umum tujuan pasar yang di penuhi banyak penumpang.

kisah tersebut berawal dari keseharian Halimah buat pergi belanja ke pasar seperti para wanita lain pada umumnya. di yakini untuk naik angkutan umum itu katanya lebih pada mencari tujuan biar lebih aman dan efisien saja, sehingga apa yang menjadi keseharian Halimah di saat menaiki mobil angkutan umum itu sesuatu yang menjadi aktivitas dia di hampir setiap harinya. Apa apa yang menjadi bahan cerita dan pengalamanya Halimah saat berinteraksi dengan orang dari luar itu salah satunya ketika di hadapkan pada rutinitasnya menumpang mobil angkutan umum untuk segala kebutuhan dan keperluanya.

Mungkin salah satu hal atau kejadian yang sedikit mengusik kenyamanan Halimah saat di dalam mobil adalah sikap usil dari seorang kenek yang terkadang suka nyolek karena mungkin merasa dirinya sudah kenal atau merasa sok kenal dengan intensitas memakai mobil umum yang sama dengan kenek yang sama. istilahnya saling kenal satu sama lain lah, Entah dengan tujuan becanda atau menggoda tapi hal macam seperti kenek tersebuk kayaknya sudah menjadi hal yang lazim dan sering di lakukan oleh para pria lain. tapi yang menjadi menarik dari cerita halimah ini adalah ketika dia ada niat untuk memutuskan mengenakan jilbab sebagai perubahan pada sisi spiritual pribadinya dengan tujuan untuk menutup auratnya sebagai bagian dari upaya menjadi seorang yang lebih muslimah. Bahkan sampai sekarang membulatkan niat berkeinginan untuk memakai jilbab setiap hari dan seterusnya. itu terus di semangati oleh dirinya sendiri, serta keluarga dan teman temanya. artinya mencoba untuk tetap istikomah. Sikap dan obsesinya tsb nyatanya terinspirasi dari seorang temanya yang sudah mengenakan jilbab lebih dulu. Alhamdulillah!

Memang point dari tolak ukur capaian menjadi wanita muslimah tersebut bukan di nilai dari atribut atau perubahan dlm sisi penampilanya, tapi seenggaknya ini buah dari niatnya yang tulus untuk menemukan hasanah hidupnya yang kadangkala memang perlu di cari pada diri pribadinya sendiri.

Tampaknya Kebaikan tersebut berlanjut di mana saat Halimah mencoba menaiki mobil yang sama dengan kenek yang sama. Sontak kenek tadi merasakan ada yang beda dgn penampilan Halimah karena di setiap pertemuanya selalu di suguhkan wujud seorang Halimah yang muslimah. Lantas tidak seperti biasanya apa yang kemudian biasa di lakukan oleh seorang kenek tadi kepada Halimah. Setelah Halimah memakai jilbab sepertinya ada keengganan atau bisa di simpulkan kenek tersebut merasa malu sendiri atau istilahnya tidak cukup nyali untuk melakukan hal yang biasa di lakukan sebelum Halimah memutuskan memakai jilbab.
Entah itu hukum positif atau bener bener sebuah hidayah___ lama lama apa yang menjadi kebiasaan kenek tersebut menurut Halimah sendiri terkesan menjadi sedikit alim. Seolah di sadarkan. Tidak lagi banyak menggoda apalagi nyolek, hanya saja kalau saling sapa dan sedikit becanda masih sering di lakukan karena gimanapun juga mereka sudah saling mengenal walopun hanya sebatas penumpang dan asisten sopir yang sama sama saling membutuhkan satu sama lain.

*****
Terkadang menjadi lumrah orang yang celaka banyak di akibatkan karena tidak bisa menjaga dirinya sendiri. Pun dengan apa yang coba di pesankan dari kisah Halimah tersebut seolah mempermudah pemahaman kita bahwasanya untuk sebisa mungkin harus pandai pandai menjaga keselamatan dirinya sendiri. Harus punya perisai atau senjata yang nyatanya jelas buat melindungi dirinya sendiri dari prilaku jahat orang lain. Senjata itu berupa sikap hati hati kita, tidak terkecuali keputusan mengenakan jilbab___ yang nyata untuk melindungi anggota tubuh wanita dari kesan umbar aurat super seksi. Ketika perempuan itu tidak lagi di pandang seksi karena selalu menutup auratnya, dan mengenakan jilbab sebagai senjatanya, maka itu sebuah keniscayaan untuk menjadi seorang perempuan yang bener bener selamat, mudah mudahan selamat dunia dan akhirat.... Amiin...


30 comments:

  1. Berhijab / berjilbab itu sebuah keharusan untuk muslimah, bukan pilihan, jadi semestinya berhijablah dengan baik dan benar,sesuai syariat, jangan setengah-setengah. Semoga semakin banyak muslimah yang memahami dan menjalankan ini, demi keselamatan bersama, dunia hingga akhirat.

    ReplyDelete
  2. aku setuju banget dengan tulisanmu pagi ini mas,..entah kenapa, mas Yayack hobi nulis panjang..hehehe dan baru kali ini aku mudenk xxiixixi..maafkan daku ya.biasanya aku cuma fast reading sih.
    intinya, mau selamat ya mulai dari diri sendiri.jangan sengaja memancing dan suka terpancing ya..:>

    ReplyDelete
  3. sama dengan Abi, semoga semakin banyak muslimah berjilbab karena takut Alloh, sebab yang ada seakarang adalah jilbab itu ibarat sebagai pakaian kebesaran, pakaian kepantasan yang hanya dipakai ketika ada hajatan, ato acara-acara tertentu saja, dan setelahnya jilbab itu dilepas lagi.
    Jilbab jasmani dan jilbab ruhani akan menjadi indah dan abrokah

    ReplyDelete
  4. hmm,, smoga dgn tulisan ini membuat muslimah tdk kawatir tuk berjilbab,,karena kecantikan itu adanya di hati kok..

    ReplyDelete
  5. wah sungguh tepat keputusan Halimah

    ReplyDelete
  6. @Abi Sabila:
    Semoga kang, karena msh banyak dari mereka yg sudah mengenakan jilbab tdk di dasarkan atas panggilan batin. Pke jilbab cma ikut2an trendsetter aja. Tapi kalo di awali dgn tujuan baik sih insya Allah jalan baik jg akan mdh ditemukan. Thanks kang, salamgenakan jilbab tdk di dasarkan atas panggilan batin. Pke jilbab cma ikut2an trendsetter aja. Tapi kalo di awali dgn tujuan baik sih insya Allah jalan baik jg akan mdh ditemukan. Thanks kang, salam

    ReplyDelete
  7. @ketty husnia:
    Terima kasih mbak udah mau bolak balik kesini. Kalo untuk urusan selamat ya betul, mulai dari diri sendiri lah udah siap apa belum dengan apa yg udah kita antisipasi sebelumnya..

    ReplyDelete
  8. @Djangan Pakies:
    Hehe iya pak kies aneh aja kalo ada org berjilbab pke jadwal... Hari jumat pke jilbab setelahnya terpaksa harus di lepasin lagi..

    ReplyDelete
  9. @al kahfi:
    Ada benarnya jg hehe krna cantik itu relatif dan jangan takut hanya karena takut ga di bilang seksi lantas ga punya keinginan pke jilbab..

    ReplyDelete
  10. Nice post sob, cwe skrg emg kyk gitu,,
    btw kalo ad waktu mampir jg k blog q sob,,

    ReplyDelete
  11. john terro@:
    tepat ato tdk tepat Berjilbab memang sebuah keharusan kali sob hehe..

    Huda tula kamana?

    ReplyDelete
  12. A-NX@:
    Mudah mudahan tdk semua cewek seperti itu kang, okay bsa langsung ke TKP sebelumnya mksh..

    ReplyDelete
  13. sebuah kisah yg sangat inspiratif sekali. Smoga makin byk Halimah2 baru yg berhijab secara kaffah demi keselamatan n kehormatan si wanita sndiri.sebuah kisah yg sangat inspiratif sekali. Smoga makin byk Halimah2 baru yg berhijab secara kaffah demi keselamatan n kehormatan si wanita sndiri.

    ReplyDelete
  14. @iffa hoet:
    Tentunya keselamatan buat diri sendiri harus di jaga salah satunya dgn kesadaran dari diri sendiri. Mungkin bener salah satunya dgn memakai jilbab sbg lambang kehormatan seorang wanita. Mudah2an mbak :))

    ReplyDelete
  15. Bukannya kalau sudah menikah, banyak ibu-ibu yang malah lepas jilbab karena merasa risih karena tak lagi lega dengan pekerjaan rumah tangga ?

    ReplyDelete
  16. Artikel yang bagus, semoga banyak yang membaca (kaum hawa). Sehingga banyak pula yang tertarik untuk berjilbab.

    Thank's ya sudah berkunjung di Jejak lalu.

    Salam.. .

    ReplyDelete
  17. Mudah2an makin banyak perempuan menggunakan jilbab dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan sampai kesucian jilbab tercoreng oleh oknum2 yg tak bertanggung jawab

    ReplyDelete
  18. @ahsanfile:
    Sangat di mungkinkan, hehe tapi banyak jg mereka yg memutuskan pke jilbab setelah mereka menikah atas dorongan dari suaminya. Mksh udah nengok lapak ini. Salam :))

    ReplyDelete
  19. @Mood:
    Amiin smga tulisan sya ini bsa diterima dan sukur2 bsa di jadikan pengingat khususnya kaum hawa hehean sukur2 bsa di jadikan pengingat khususnya kaum hawa hehe

    ReplyDelete
  20. @Ifan Jayadi:
    Amiiin semoga di ijabbah. Tapi ada yg menarik ahir2 ini ttg jilbab. Lewat berita di banyak media jilbab dan cadar justru di gunakan dgn tujuan apa sya tdk tahu yg di pakai tiga wanita tersangka kasus suap dan korupsi di tubuh kementrian kemenakertrans dan sesmenpora... Lucu aja kalo jilbab dan cadar justru di manfaatkan untuk bersembunyi dari sorotan kamera wartawan :D

    ReplyDelete
  21. ya jilbab itu bagus kok. daripada pake yg mini2 ya.

    ReplyDelete
  22. Wahai Nabi, katakanlah kpd istri-istrimu istri-istri orng briman,Hndaklah mrk mngulurkan jilbabnya ke sluruh tubuh mrk...

    ReplyDelete
  23. Semoga dibaca oleh semua wanita atawa perempuan sejagat dan dipraktekkan oleh semuanya.
    Tulisan yang bagus dan lagi hangat-hangatnya di banyak media.

    ReplyDelete
  24. Memakai jilbab hendaklah dengan niat melaksanakan kewajiban demi mendapatkan ridlo Allah semata. Dan jika itu telah kita laksanakan niscaya Allah akan memberikan balasan dan kemudahan.

    ReplyDelete
  25. Semoga akan semakin banyak kaum muslimah yang terbuka hatinya dan mengenakan jilbab kerna itu merupakan kewajiban bagi tiap muslimah

    ReplyDelete
  26. @Majalah Masjid Kita:
    anjuran yang patut buat di pahami bahwa Rosulullah jg mengatur ttg hukum menutupi aurat yg tentunya untuk kemaslahatan banyak umat... baru2 ini kasus pemerkosaan di dalam mobil yg dilakukan oleh sopir angkot dan teman temanya. lantas siapa yg di salahkan yg skrg menjadi perdebatan banyak orang bahkan sampai fauji bowo pun ikut berkomentar hehe... mesti pda hati2 khususnya perempuan.

    makasih. salam :)

    ReplyDelete
  27. macam macam@:
    semoga dan bsa punya kemanfaatan hehe..

    owh, masalah kasus pemerkosaan ya? hehe topik macam kya gini menjadi sedikit sensitif apalagi apa yg pernah di katakan oleh bupati aceh barat bahwasanya wanita yg tdk mematuhi syariat islam untuk menutup auratnya katanya LAYAK DI PERKOSA wakakakak... ada ada aja :D

    ReplyDelete
  28. alammendah@:
    insya Allah mudah mudahan, karena segala sesuatu yg baik dan membaikan datangnya dari Allah...

    salam mass...

    ReplyDelete
  29. blog nailah@:
    ya, mestinya sudah pada tahu kalo hal tsb adalah anjuran dari AL Quran tp pda kenyataanya mereka lbh memilih melupakan hanya karena ikut2an teman yg tdk mengenakan jilbab... thanks n salam :)

    ReplyDelete

Tinggalkanlah komentar anda di sini

Baik tidaknya artikel ini hanya pada sebatas tujuan untuk berbagi. baik itu informasi, inspirasi ataupun sekedar basa basi. Baca juga artikel yang lain, terima kasih...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More