Degradasi



Lambat laun saya akan menjadi tua, dan renta, bahkan tak berdaya. Perihal Kabar kebenaran itu, saya hanya menyapanya dengan biasa biasa saja, karena toh melewati fase fase tadi akan di alami oleh semuanya, termasuk sepotong kisah seorang ayah dan kedua anaknya di gubuk tua.

Anak satu satunya sengaja bertanya sama ayahnya tentang jalan pikiranya yang mengaharuskan keingin tahuanya bisa terjawab. Pertanyaan tersebut terlontar setelah salah seorang anak tersebut di hadapkan pada kondisi ayahnya yang terbaring sakit. Bagaimana kalau ayah sudah meninggal nanti, tanya anak kepada ayahnya. Mendengar dan menyimak pertanyaan tersebut, merasa di kagetkan-- sontak seorang sosok ayah tadi memaksa untuk menghilangkan kesedihanya dengan sengaja mengulum senyum sembari menjelaskan guna memenuhi jawaban dari pertanyaan anaknya tadi.

Di satu sisi ia merasa senang bisa menjelaskan tentang pertanyaan anaknya itu, di sisi lain yang lebih sedih merasa ketakutan jika suatu waktu pertanyaan anaknya bisa di jawab dalam kemungkinan di pertemukan waktu yang menemui hal terburuknya. Semuanya tidak ada kemampuan untuk menjadi tahu, bahkan untuk sekedar mencari tahu. Semuanya akan menemui degradasi yang menuntut apa apa yang mereka pertahankan cepat atau lambat bisa kembali dan menempati habitatnya.

Degradasi akan juga di akui dan di alami oleh semua yang masih percaya pada kapasitas ke-akuanya, bahwa kita tidak boleh kalah pada hari ini untuk coba bisa mempertahankan pada situasi di saat kita sudah menemui masanya, bahwa akhirnya kita akan lemah dan kalah. kalah dalam keadaan siap itu jauh akan lebih baik dari pada kalah tanpa menyiapkan apa apa.

Terdegradasi dari waktu sisa usia adalah musibah, dan Terdegradasi dari daftar sekumpulan orang orang pilihan Tuhan adalah celaka. Maka kiranya kesadaran dan kesiapan yang bisa memelihara guna terhindar dari degradasi yang tidak punya lisensi, lisensi tentang daftar orang orang pilihan.




gambar meminjam dari sini




11 comments:

  1. Harus mempersiapkan diri sejak awal sebelum Yang Maha Mempunyai mengambilnya kembali. Thanks pencerahannya sob :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih jg atas kunjunganya :)

      Delete
  2. Semuanya pasti terdegradasi ya.
    Hanya saja siap po ora @_@

    ReplyDelete
    Replies
    1. insya Allah harusnya sih siap teh :D

      Delete
  3. Apa mau kamu dari tulisan ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. maunya cuma utk menyadarkan saya sendiri jika sewaktu waktu bsa membaca tulisan ini lagi :D

      Delete
  4. kenapa mau masuk kemari muncul popup login..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayaknya ada yg musti di ulang tuh pak dee :D

      Delete
  5. koq sya bingung menginterpretasikan degradasi di postingan ini yah?
    maklum hanya akrab sma istilah degradasi moral.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya malah lebih akrabnya pada degradasi dari dunia sepakbola.

      yaa, sya hanya lebih menuliskan ttg degradasi dari sisi yg berbeda, moga saja maksudnya bsa di artikan :))

      Delete
  6. seperti itulah kita nantinya...

    ReplyDelete

Tinggalkanlah komentar anda di sini

Baik tidaknya artikel ini hanya pada sebatas tujuan untuk berbagi. baik itu informasi, inspirasi ataupun sekedar basa basi. Baca juga artikel yang lain, terima kasih...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More