Seandainya Bocah itu Lebih Pintar


Dalam perjalanan pulangnya dari sekolah hari itu, ayu nampak begitu kelelahan setelah menempuh perjalanan sepedanya melewati bentangan separuh kampungnya mengitari jalanan bebatuan. Ibunya hanya termangu kasihan-- melihat sorotan mata ayu yang memberi pesan tanda tersiksanya hari itu. Hari dimana terik matahari seolah membakar di sepotong siangnya.

" Kalau ndak bisa di terusin, mending batal aja puasanya naak, kasian tadi kamu kepanasan di jalan kan.. " Ibunya hawatir kalau saja ayu takut untuk membatalkan puasanya, setidaknya untuk bisa menghilangkan rasa hausnya dengan segera minum air yang sudah tersedia di meja makan sedari pagi.

" Iya buu, badan ayu sampai lemes karena kepanasan di jalan . Tapi ayu mau coba belajar dari puasa hari ini, mau coba mengukur kesadaran dan kesabaran ayu sampai seberapa. Buuu, bukankah Allah pernah menjanjikan, bahwa puasa di tengah cuaca yang sangat panas itu niscaya bisa mendapatkan pahala yang lebih besar, Itupun kalau ayu bisa menjalankanya dengan penuh ikhlas dan kesabaran. Insya Allah kesabaran itu terus ayu pelihara walaupun dalam kondisi yang sebenarnya jauh dari kemampuan teman-teman seumuran ayu. " Loh kalau ndak mampu kenapa mesti di jalani naak? " Ibunya sedikit menimpali tentang alasan dan penjelasan ayu.

" Buu, orang yang mau belajar kan awalnya dari ketidakmampuan, dari ketidak tahuan, dan keinginan lah yang bisa mengantarkan semua ketidakmampuan itu menjadi nyata bisa di lakukan. Tentu karena adanya sikap mau belajar. Belajar tentang isi dari sebuah pekerjaan berat, yang sudah merasa bisa untuk di tunaikan.

" Ya sudah, sekarang ayu istirahat dulu sana, ibu mau ke rumah mbak ratna dulu. Kasian tuh mbak ratna, suaminya selingkuh sama tetangga depan ". sembari membawa satu rantang agar agar, ibu ini minta pamit guna menuju pintu samping rumahnya untuk mencoba keluar.

" Ibu tunggu dulu, bukanya ibu belum sholat dhuhur? Kalaupun belum masuk waktunya sholat, bukankah nunggu untuk datangnya waktu buat menyegerakan sholat itu akan lebih baik dari pada harus melakukan sholat wajib di paruh akhir waktu, yang jelas jelas belum pasti bisa di laksanakan siang ini juga. Lagian ibu bawa makanan buat mbak ratna? Satu piring agar agar itu, rasanya tidak sebanding dengan apa yang akan ibu dapatkan nanti setelah sepulangnya dari rumah mbak ratna ".

" Ibu merasa gak mengharapkan apa apa sepulangnya dari rumah mbak ratna nanti ". Ibu ini mencoba meyakinkan anaknya, yang sebenarnya tidak tahu maksud dari anaknya tadi berbicara apa.

" Maksud ayu, ibu bawa agar agar itu tentu atas dasar niat baik ibu sendiri kan, tapi akan tidak sebangun dengan apa yang akan di dapatkan setelahnya ibu berada di sana selama berjam jam. Tau sendiri kan bu kalau sudah ngomongin suami orang selingkuh atau apa lah. Ada tendensi dan potensi mengkembang biakan sekumpulan dosa akibat dari perkataan yang membicarakan aib orang lain. Kata ibu guru ayu sih, membicarakan keburukan dan aib orang lain itu jauh lebih menarik di bandingkan untuk sekedar mengamini satu saja kebaikan orang lain ".

Dari sekelumit tulisan fiksi di atas, memberi pesan pada sebuah kejadian dari kecerdasan seorang anak, yang belum mampu di imbangi oleh orang tuanya.

Kita sebagai orang tua, calon dari orang tua atau orang yang merasa di tuakan, mestinya bisa mengantisipasi dan mengimbangi pada kebutuhan akan kecerdasan anaknya dalam porsi mencari diskusi jalan pikiranya guna mengemban satu misi mencari kejatidirianya, mencari idealismenya, dan mencari hak hak dasarnya. Kalau kita tidak siap dengan semuanya, minimal kita bisa mencari tahu tabungan ilmunya anak itu sampai dimana. Dan, kalau kita tidak mau tahu tentang semua itu... Itulah selemah lemahnya orang, yang telah di lahirkan untuk selalu mengalah pada sebuah kekalahan.

Seandainya bocah bocah itu lebih pintar dari pada kita, semoga saja bahu kita mendadak tumbuh sayap, untuk menerbangkan keinginan keinginan kita dalam pelarianya mencari ilmu baru. Dan membarukan. (YF)

22 comments:

  1. Replies
    1. Yg pasti dia makin di cintai oleh ibunya :)

      Delete
  2. coba kalo bimbo menciptakan lagunya saat sekarang ini
    mungkin syairnya jadi, ada anak bertanya pada google...
    #orang tua mulai ga pinter lagi ya..?
    hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakaka, sepakat Om... hehehhe

      Delete
    2. Kayaknya anaknya MAs Rawin dah mulai tanya ke mbah gugel ketimbanga tanya sama bapaknya ya....xixixii

      Delete
    3. bapaknya terlalu banyak ngeblog sih ya, sampai anaknya gak tahu tanyanya sma siapa :D

      Delete
  3. sungguh anak yang cerdas.
    kita sebagai orang tua juga perlu belajar, dan tidak merasa telah berilmu, sehingga kita juga selalu terangsang untuk terus belajar

    ReplyDelete
    Replies
    1. adakalanya org tua juga kadang ngerasa gengsi jika harus di salahkan oleh anaknya sendiri.

      Delete
  4. Ayu kelas berapa?? umurnya berapa?? kok dewasa banget ya?? =)

    Pesannya nyampe, ada kurang kata seperti hawatir -----> khawatir

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah terimakasih utk koreksinya ya hehe salam :)

      Delete
  5. Contoh anak cerdas, tapi belum bijak... hehe. :D

    Kalo anak itu mo ngingetin sholat pada ibunya, "Bu, kita sholat berjama'ah yuuuk".

    Kalo anak itu mo mencegah agar Ibu nggak menggunjing, "Bu, habis dari Mbak Ratna temenin aku beli buku yah"

    Haha,,, abaikan Kang. Cuman pendapat pribadi. CMIIW.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hueheehe, beli buku nanti aja abis bayar arisan dulu :D

      Delete
  6. Assalamu'alaikum...
    Apa khabar?
    Ngomong2, Ayu usia berapa ini? Hehehe...
    Salam buat Ayu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wallaikumsalam, waduh tumben sampai nanyain kabar hehe yg pasti ayu msh usia anak smp dan jangan sampai kena miring juga huehhee.. :D

      Delete
  7. Betapa beruntungnya kita jika memiliki anak2 secerdas ini... namun jika anak terlihat lebih pinter atau cerdas dari orang tuanya, justru harus dijadikan pecutan donk bagi orang tua agar belajar lebih banyak lagi, meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya agar dapat mengimbangi ilmu si anak....
    begitu mungkin ya mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. super sekali, betul mbak hehe tiap kali ada komentar dari mbak alaika tulisan saya selalu merasa di lengkapi :)

      Delete
  8. aku dinasehatin supaya sabar oleh anakku yang kelas 5 SD, bayangin coba. Bukan anak itu lebih cerdas dari ibunya, tapi namanya keimanan, fisik, itu naik turun. Anak akan cenderung mencontoh ibunya. Saat ibunya kelelahan, maka anak akan bersikap mengingatkan mirip seperti ibunya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. baik tidaknya anak kadang hasil dari peran orang tua jg ya :)

      Delete
  9. Replies
    1. mudah2an seperti anak ibu, salam :)

      Delete
  10. kunjungan gan.,.
    bagi" motivasi.,.
    hilangkan rasa gengsi mu untuk maju lebih baik.,.
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,

    ReplyDelete
  11. Meski tak punya sayap, semoga kita selalu punya semangat untuk mencari ilmu baru dan mampu membarukan :)

    ReplyDelete

Tinggalkanlah komentar anda di sini

Baik tidaknya artikel ini hanya pada sebatas tujuan untuk berbagi. baik itu informasi, inspirasi ataupun sekedar basa basi. Baca juga artikel yang lain, terima kasih...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More