Cara Mencegah Dan Menanggulangi Tawuran

gambar dari google

Dalam sebulan terakhir, tajuk sebuah pemberitaan tentang tawuran pelajar dan mahasiswa di jakarta dan makasar selalu mewarnai berita headline di banyak media. Terlebih dengan kejadian tersebut berujung pada tewasnya seorang pelajar di jakarta dan seorang mahasiswa di makasar. Yang kemudian berbuntut pada penetapan beberapa pelajar sebagai tersangka, dan harus berurusan dengan proses hukum. Yang hawatirnya kemudian muncul dan memicu pada aksi aksi balas dendam. 

Pemberitaan itu sekaligus mengirimkan pesan tentang ironisnya di negri ini; Di saat orang orang pemangku kebijakan selalu ribut dengan kasus hukumnya karena terbelit korupsi, para pelajar atau mahasiswa yang notabene adalah calon pengganti posisi jabatan mereka-- justru malah ribut dengan aksi aksi tawuran, yang sama sekali tidak membawa keuntungan untuk siapapun.

Tawuran, sepertinya sudah menjadi jalan akhir dari sebuah perselisihan di antara anak muda. Apa yang ada di benak mereka mungkin hanya semata sebagai pencarian jati diri. Hanya sekumpulan sifat gengsi dan berani yang menjadi kebanggaan, tanpa mempertimbangkan apa yang terjadi di kemudian hari.

Ada salah satu faktor pendukung, yang menyumbang pada terpecahnya sebuah tawuran para pelajar. Terlepas dari adanya sebuah masalah, Salah satunya karena kurangnya kontrol dari pihak sekolah atau kampus, dari pihak orang tua dan juga masarakat itu sendiri, Dan mungkin sedikit dari para pelajar itu sendiri yang tidak punya mindset kuat. bahwa dengan tawuran justru imbasnya akan sangat merugikan banyak orang di samping bagi dirinya sendiri, utamanya untuk keluarga mereka sendiri, juga mengganggu pada proses belajar yang sedang mereka perjuangkan dalam memenuhi hak pendidikanya.

Ada beberapa pokok dasar yang bisa sedikit meminimalisir terlahirnya sebuah tawuran, dengan kata lain pada upaya untuk mencegah terjadinya sebuah tawuran pelajar. Yang pertama mungkin ada pada " pengawasan ", baik itu dari para guru di sekolah, para dosen, orang tua siswa, atau juga kontrol dari masarakat. Salah satunya adalah dari pihak kepolisian. Karena bagaimanapun tendensi pecahnya tawuran kebanyakan terjadi di jalanan, dari situlah pihak kepolisian punya peran penting untuk sedikit bisa bertindak tegas pada upaya yang mengarah pada terjadinya gesekan antar pelajar di jalan yang jelas jelas bisa mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan orang lain.

Yang kedua mungkin ada pada bagaimana menanamkan dan mengolah pola pikir. mungkin pada wilayah tersebut adalah tugas para guru di sekolah, guru setidaknya punya peran tanggung jawab untuk upaya guna bisa menanamkan cara berpikir para siswa, karena mereka biasanya masih labil dalam hal apapun, mudah terpengaruh dan cenderung lebih pada keinginan untuk hidup bebas. Tanamkan sifat positif pada para siswa di sekolah, dan dengan sendirinya mereka akan memilah dan memilih bagaimana bersikap dan bersifat yang di setujui banyak orang. Pola pola seperti itu kurang lebih akan bisa membuka jalan pikiran mereka sendiri tentang dampak dari apa yang sedang dan yang akan mereka lakukan kedepan.

Yang ketiga barangkali pada usaha bagaimana para pihak pihak terkait untuk bisa sumbang saran, mendiskusikan bagaimana menyelesaikan masalah tersebut yang sekarang sekiranya telah menjadi tragedi nasional yang butuh akan penyelesaian. Tujuanya jelas, agar tidak lagi terulang kejadian serupa.

Untuk menanggulangi aksi tawuran, ada beberapa yang musti bisa di terapkan di lingkungan sekolah, seperti mengaktifkan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, menerapkan budaya disiplin di sekolah, atau juga menerapkan pada kegiatan kegiatan yang sifatnya keagamaan. Tidak ketinggalan juga untuk bisa sedikit mengevaluasi pola pendidikan yang sekarang sudah di terapkan, tanpa meninggalkan satu hal yang penting sebagai dasar dari proses belajar itu sendiri. Bisa juga kiranya untuk menempatkan para guru guru tertentu untuk bisa lebih dekat dengan anak muridnya secara personal, tahu dan mengerti benar pada permasalahan semua anak didiknya, bisa membuka dialog dan bisa menampung semua masalah yang sedang di alami oleh para siswa. Istilahnya ada seorang guru yang bisa mewakili figur sebagai orang tua ketika mereka sedang berada di lingkungan sekolah, ada kedekatan secara emosional. Karena tidak semua siswa memiliki orang tua atau punya kedekatan dengan orang tuanya masing masing, tidak juga semua siswa akan bisa bersikap terbuka dengan masalahnya masing masing. Di situlah peran guru untuk di maksimalkan lebih.

Fenomena tersebut sebenarnya adalah tanggung jawab kita bersama, setidaknya untuk bisa bersinergi dalam kapasitas menjaga dan mengawasi. Untuk orang tua kepada anaknya, untuk para guru kepada semua muridnya, untuk masarakat kepada lingkungan sekitarnya. Minimal untuk meringankan orang orang yang punya porsi tanggung jawab lebih; Guna bisa menanggulangi tawuran yang lebih meluas, yang mengarah pada konflik horizontal. Yang dampak buruknya bisa memasung kesempatan para siswa atau mahasiswa untuk bisa berprestasi lebih. Bukankah menilai maju mundurnya sebuah bangsa adalah melihat dari seberapa besar sumbangsih dan peran dari para anak mudanya untuk negara.




Artikel ini diikutkan pada kontes Unggulan Indonesia bersatu:
yang diselenggarakan Oleh Taman Blogger











6 comments:

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat.
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kembali pak deee hehe wassalam

      Delete
  2. dibutuhkan komunikasi dan kerjasama yang baik antara orang tua, sekolah, masyarakat dan instansi terkait dalam mengatasi masalah tawuran yang tambah hari tambah ramai saja. Mengerikan, apalagi keteladanan yang dibutuhkan para remaja semakin memudar

    ReplyDelete
  3. semua pihak harus mendukung ya, begitupula pihak orang tua dan sekolah. smeoga sukses dengan kontesnya

    ReplyDelete
  4. menurut aku yang paling utama & pertama untuk menanggulangi masalah tsb adalah edukasi agama & moral,karena kebanyakan saat ini hanya diajarkan mendapatkan nilai bagus tanpa mengajarkan apa yang paling penting dari pada sekedar nilai belaka

    ReplyDelete
  5. mungkin akan lebih baik bila tulisan diatas dibuat kesimpulannya, so biar jelas maksud dan arahnya :)

    ReplyDelete

Tinggalkanlah komentar anda di sini

Baik tidaknya artikel ini hanya pada sebatas tujuan untuk berbagi. baik itu informasi, inspirasi ataupun sekedar basa basi. Baca juga artikel yang lain, terima kasih...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More