Kerajaan Kecil


Gambar dari sini


Rasanya seperti ada yang tertinggal, jika saja harus menghitung ulang rasa syukur saya dengan semua yang di sajikan Tuhan. Yah, syukur dalam wujud lain itu bagi saya adalah pada kehadiran teman teman seperjuangan, teman teman baru ketika saya ada di LPK Hanaman. 

Kalau boleh saya menyebutnya, kehadiran dan keberadaan mereka itu seperti di ibaratkan martir untuk sekedar menyalakan api semangat saya saat masih sama sama belajar dulu, saat sama sama ingin bisa lolos dari Satu fase yang membutuhkan banyak doa. Mungkin tujuanya sama__kaya temen-temen lain, cuma pengen bisa lulus saat mengikuti Tes EPS TOPIK Bahasa Korea di Bandung.

Awal pada lahirnya kedekatan ini pada mulanya hanya sebatas kesamaan dalam membangun tujuan dan cita-citanya masing-masing. Tujuan supaya bisa lulus tes kemudian di godok dan di proses, selanjutnya bisa berangkat kerja ke tanah Korea. Sukur-sukur nantinya bisa ketemu lagi kalau saja waktu bisa mengantarkanya sampe disana. Ini hanya nama lain dari sebentuk doa yang mudah mudahan saja dalam proses perjalananya tidak menemukan halangan atau hambatan apapun. Alias di berikan kelancaran, hingga cita cita itu bisa berkorelasi dengan apa yang seringkali kami pesankan lewat doa semalaman dari teman teman. Doa dengan Tuhan-nya masing-masing.

Saya rasa tidak sedikit dari teman teman saya juga sependapat tentang itu, tidak menjadi soal sih kalaupun saya punya sikap atau pendeskripsian tentang kehadiran teman baru saya itu di anggapnya terlalu berlebihan. Ini hanyalah bagian dari pembuktian niat saya dalam membungkus kebersamaan pada ruang ukhuwah dan silaturahmi. Soal persahabatan. Soal pertemanan. Soal berbagi pesan. Soal bagaimana tujuan kedekatan dan kebersamaan itu nantinya bisa selalu terjaga. Sampai berusia lama.

Jujur, kalau saja saya harus menuliskan semuanya tentang kebersamaan ini__ rasanya ada begitu banyak sekali cerita-cerita yang di kisahkan perjalanan waktu hingga menjadi serangkaian kenangan. Entah itu kenangan yang di ceritakan lewat beberapa foto dengan wajah wajah kalian, kenangan yang muncul saat ada acara kumpulan, ataupun sebentuk kenangan yang sengaja di wakilkan lewat sebuah tulisan. Biasanya keluar dari beberapa celoteh dan kicauan teman teman di jagat mediasosial. Pada sisi lain saya juga mustinya bisa bersukur karena satu dari banyak manfaat yang sudah saya dapat, tak lain adalah Insight, ilmu dan makna dari rasa berbagi.

Kalau dalam hitungan jari, mungkin baru sekitar enam bulanan jejak kebersamaan ini baru bisa di bangun, awal di bangunya kebersamaan ini ada ketika pada saat dimana ada sesi pembekalan atau pemantapan menuju test di Bandung. Awalnya saya waktu itu di ajak teman saya sendiri buat ikutan gabung dalam kegiatan belajar bareng di rumah teman, tujuanya tidak jauh dari bagaimana kemudian bisa ngebahas ribuan soal sekaligus buat mencari tahu ribuan jawabanya. Hampir tiap malam, hampir tiap ada kesempatan, hampir tiap ada keperluan buat sekedar tukar pikiran. Dari situlah muncul kebersamaan hingga pada akhirnya bisa terus berlanjut sampai sekarang. Maka tidak jarang kalau hampir tiap minggunya nafas kebersamaan itu selalu ada, selalu punya acara, selalu melahirkan banyak kisah dan cerita, bahkan kerap menjadi agenda rutin yang sifatnya hanya sebatas nongkrong, membagikan sesuatu yang memang bisa ikut di rasakan oleh teman lain, ngopi, ngobrol dengan bahasa ba-bi-bu, terus bubar.

Kalau mau berhitung dari sejak kali pertama bisa mengenal teman satu persatunya, sampai sekarang rasanya sudah begitu banyak point yang sudah bisa saya kantongin. Sederhananya saya sudah bisa mengenal dengan segala kelebihan dan kehebatanya, bahkan ada beberapa yang membedakan satu sama lain dari setiap karakter teman teman tadi. Yang buruk-buruknya tidak penting buat saya jadikan alasan kenapa saya tidak menuliskanya disini, titik. Tapi saya bisa pahami bahwa beda itu udah pasti ada lah, namanya juga manusia. Mestinya punya sisi baik buruknya. Tapi itulah warna dari sebuah kebersamaan, yang terlahir dari banyak perbedaan, Misalnya saja saat flash back belajar bareng dulu; terkadang saya yang paling bodoh dalam mengartikan setiap kosa kata yang wajib di hapalin hari itu juga, pada pribadi lain justru pada pinter-pinter bagaimana menampung ribuan kosa katanya. Atau misalnya saya juga yang paling telat mikir kalau di hadapkan pada soal-soal listening, teman lain malah paling jago, bahkan ada yang mendekati nilai sempurna. Tepuk tangan buat mereka!

Kalau ada pesan yang memang harus saya sampaikan lewat sebuah tulisan, Rasanya saya perlu berterimakasih kepada teman-teman, tentang apa yang sudah saya dapat sampai hari ini, tentang apa yang sudah saya ambil manfaatnya sampai sekarang, atau tentang banyak pelajaran yang sudah bisa saya telan. Pun tentang banyak hal yang sekiranya sudah bisa membantu saya dalam memelihara cita-cita saya sendiri.

Pada akhirnya saya harus merasa berterimakasih sekali buat semuanya. Kalaupun kapan-kapan, entah itu tahun depan, ataupun beberapa tahun kemudian kita bisa membacanya lagi disini, setidaknya kami masih bisa melawan lupa. Artinya masih akan ingat tentang semuanya. Tentang Udet, yang selalu menebar senyum sepanjang malam jika fungsi rumahnya harus menjadi markas para sekawanan anak2 Hanaman yang punya domisili di Babadan, karena tidak jarang rumah sodara udet kerap kali menjadi titik informasi dimana beberapa dari mereka sedang merencanakan sesuatunya, entah itu informasi yang bersumber dari Hanaman, entah mau ada keperluan buat sekedar bakar ayam, ataupun sebatas acara ngopi berjamaah.

Atau tentang seorang Bima Sakti yang selalu terlihat glamor dan eksentrik jika harus di tugaskan pergi ke luar kota, baik itu buat urusan pribadi ataupun yang sifatnya buat keperluan dan kepentingan khalayak luas. Tapi tidak semuanya bisa tahu kalo Bima ini adalah tipe orang yang loyal, ketika buah nangkanya jatoh dan matang sampai wanginya tersadap puluhan hidung tetangga, dia akan berkicau lantang di beranda, sebatas menawarkan kepada teman-temanya. Eh, yang mau nangka mateng sini main ke rumah guwee. Oke Mol! Hehe

Semoga saja nantinya masih selalu ingat juga, tentang Mas Opet yang seringkali menjadi guru spiritual kita-kita pada saat ada kebutuhan untuk memuluskan sebuah rencana-rencana hebat. Rencana yang dirasa sudah satu paket dengan tujuanya masing2. Ingat juga bagaimana pribadi Tollon, yang wajah dan tingkahnya selalu ada di mana-mana, Bahkan dia itu paling doyan banget kalau urusan jeprat jepret dengan ponsel Androidnya buat didokumentasikan. Kemudian ngupload di facebook dan instagram dengan modal narsisnya Hehe..

Tentang Obi juga yang paling menjungjung tinggi asas kesopanan, atau Obi ini seringkali di buat ngakak ketika inget bagaimana peristiwa pagi di bulan puasa, tentang dua soulmate yang sikepan di atas motor menuju kantor pos Indramayu. Bremmm! Tau siapa dia? Hanya daya ingat Obi dan Tuhan yang tahu soal ini. Begitu juga tentang Hasan, yang kerap kali mulutnya tidak pernah kehilangan ide dalam memuntahkan banyak dalil dan kata kata bijaknya. Pantes aja ya novel Penggenggam Hujan yang saya pinjamkan, sampai sekarang kayaknya belum juga di khatamkan! Ee eeeh ora nyangka ya san..

Tentang Pradiuz rizky yang cerita serial cintanya tidak pernah habis untuk di kisahkan, dan rumahnya kerap kali menjadi tampungan pria pria galau stadium dua. Tentang sodara Imam neeh... yang sering kali jadi pendekar penyelamat ketika kami-kami di hadapkan pada situasi bete berjamaah. Sudah pada tau lah beliau akan mengeluarkan jurus paling jenaka dengan ide ide segarnya, setiap lawakanya sering kali membuat kita harus ketawa guling guling. Hahaa Iya blih siih mam!

Tidak ketinggalan juga tentang sosok gadis yang paling cantik seplanet kali darung... Kuswanti, yang selalu menabur senyum buat siapapun, di manapun, dan pada kondisi apapun, bahkan pada saat kehilangan sendal sekalipun haha.. makasih Us, karena senyum-mu membuat kami tidak akan pernah lupa sampai batas usia menuju tanah korea. Dan tentang semuanya saja yang mungkin tidak bisa saya sebutkan satu persatunya. Thanks a lot, Kalian adalah bagian dari kerajaan kecil ini.

                                                             




Imyu, 29 Oktober 2013

34 comments:

  1. Ceritanya dalem, ngena buat yang baca.

    Mimpi itu sudah di depan mata, tinggal kau meraihnya sahabat :)

    Selamat ya, semoga cepet ke Korea.

    ReplyDelete
    Replies
    1. insya Allah, amiin

      makasih sudah mampir dimari, salam :)

      Delete
  2. wah, sukses ya dengan rencana2 hebatnya, moga di lancarkan

    kebersamaan itu menjadi sebuah kekuatan besar jika di kelola dengan baik dan benar

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga saja hehee

      ya, selama kebersamaan itu bsa terus tumbuh dengan asupan vitamin yg baik2 kedepanya moga aja bsa ttp menjadi kebersamaan

      Delete
  3. ada alinea yg tulisanya membuat aku terharu ngebacanya, mungkin pernah jadi pengalaman aku jg soalnya.. . sahabat atau teman itu jd bagian yg tdk terpisahkan dlm perjuangan aku hinga pada titik skrhg

    keep smile ^,,^

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin itu bsa kami sebut sbg bagian dari perjalanan bagaimana kita berinteraksi dengan manusia lainya, khablumminannas!

      Delete
  4. Menyenangkan punya tema2 seperjuangan. Semoga sukses untuk rencananya.. Ud bisa bahasa Korea juga ya... jadi pengen belajar juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin... teman2 seperjuangan adalah bagian yg tdk terpisahkan dimana sya akan terus melangkah.

      bahasa korea? masih perlu banyak belajar hehe

      Delete
  5. Kenangan bersama para sahabat 'senasib dan seperjuangan' memang begitu kuat dan tak akan dilupakan sampai nanti. Semuanya terekam dengan sangat baik dan lengkap di alam bawah sadar kita. Begitu indah, haru, dan syukur bersama para sahabat yang baik, saling berbagi, mendukung, dan mengingatkan. Sukses selalu menapaki kehidupan ini. Salam cemerlang!

    ReplyDelete
    Replies
    1. dalam bahasa sderhananya sih mereka2 itu di ibaratkan sayap kedua saya yg selalu memberikan semangat lebih. semoga saja akan selalu benar adanya

      Delete
  6. Kenangan bersama para sahabat 'senasib dan seperjuangan' memang begitu kuat dan tak akan dilupakan sampai nanti. Semuanya terekam dengan sangat baik dan lengkap di alam bawah sadar kita. Begitu indah, haru, dan syukur bersama para sahabat yang baik, saling berbagi, mendukung, dan mengingatkan. Sukses selalu menapaki kehidupan ini. Salam cemerlang!

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih, salam cemerlang juga hehee

      Delete
  7. Ceritanya nampaknya sangat mendalam ya sobat. Kunjungan balik ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi sob hehe... okay, makasih udah mau mampir dimari :)

      Delete
  8. segala hal harus dimulai dari mimpi, hambar rasanya jika hidup ini ngga bermimpi.
    ikut mendo'akan semoga rencananya disegerakan oleh-NYA...aaaamiiiiin

    ReplyDelete
  9. artikelnya panjang banget mas, saya lanjutkan baca besok ya :)

    tak ada yang lebih menyenangkan dari indahnya persahabatan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup. persahabatan selalu menawarkan hal hal yg ngebuat kta bsa tersenyum lepas

      monggo dilanjutkan besok mas hehee

      Delete
  10. Hemm, fotonya itu buehehe pada pake sarung kaya orang abis di sunat hahaha! piss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeaah... pakai sarung emang abis dari tahlilan tuuh

      Delete
  11. Semangat terus mas :D semoga cita-citanya ke wujud

    ReplyDelete
  12. Meninggalkan kesan yang teramat dalam ya mas ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin seperti itu, sudah sepaket antara keinginan dan semangatnya

      Delete
  13. Pertemuan, kebersamaan, lalu perpisahan sejatinya sudah menjadi daur hidup kita ya, Mas. Tetapi seringkali hati kecil kita serasa menolak manakala perpisahan terpaksa harus tiba. Kebersamaan memang kenangan yang membahagiakan... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya, perpisahan itu pasti, setidaknya kita bsa belajar dari skrg

      Delete
  14. itulah indahnya kebersamaan kawan :-)

    ReplyDelete
  15. hehe yang di depan itu foto bersyukurnya sesuatu deh..
    tapi menggambarkan doa-doa dan harapan di tulisan ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haahahaa itu lagi minta sesuatu, minta jatah bungkusanya dua

      Delete
  16. Makjleb, mudah2an kesampaian dan terjuwud semua mimpi nya. Aku juga nich masih punya banayk mimpi yg harus di laksanakan :-) tapi inti nya terus bersyukur yaa

    ReplyDelete
  17. Replies
    1. Insya Allah mas, hehee bukan hongkong :)

      Delete

Tinggalkanlah komentar anda di sini

Baik tidaknya artikel ini hanya pada sebatas tujuan untuk berbagi. baik itu informasi, inspirasi ataupun sekedar basa basi. Baca juga artikel yang lain, terima kasih...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More