Perayaan Di Tanah Merdeka




***
Sesuatu yang biasa, dan hampir ada di seantero wilayah nusantara, jika acara kemeriahan tuju belasan itu selalu di isi banyak sekali lomba-lomba. Salah satunya adalah lomba panjat pinang-- yang konon sangat iconic sekali dengan acara tuju belasan. Di luar panjat pinang juga sebenernya ada beberapa lomba lain yang tidak kalah serunya; kaya macam lomba makan kerupuk, pentung kendi, futsal, pepaya berduit, bedug bantal, atauuu lomba-lomba lain yang sekiranya mampu menghibur sekaligus menjadi inti dari sebuah esensi perayaan ulang tahun Kemerdekaan.

Karena kebetulan tidak berbarengan dengan bulan puasa, agustusan tahun ini terasa menjadi lebih seru dan punya rasa baru jika di bandingkan dengan dua atau tiga tahun sebelumnya yang sama sekali kosong acara. Selebrasi proklamasi tahun ini terasa lebih meriah, euforianya lebih kerasa, udah gitu anak-anak juga lebih antusias untuk mencatatkan dan mendaftarkan namanya sebagai peserta lomba. Para Ibu-ibu juga ikutan ambil bagian.

Hadiahpun beragam, dan tahun ini sengaja di bikin lebih sederhana (karena kurangnya dana). Tidak harus dengan yang mewah-mewah. Yang penting acara tersebut bisa di isi dan di peringati dengan sebuah suka cita dan kemeriahan, yang melibatkan banyak kalangan. Lebih bersukur lagi kalo kegiatan tersebut mampu membidani pada lahirnya banyak manfaat; salah satunya ada terselip makna bagaimana kemudian bisa menanamkan sikap kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong.

Yang dulunya tidak begitu kenal, yang tadinya sebatas kenal dan tidak saling sapa... Dengan adanya acara seperti ini mereka atau anak muda seperti merasa ada di ruang yang sama, ada space yang menggiring mereka untuk bisa menyalurkan ide dan buah pikiranya.

Pesan tersebut bisa di lihat mulai dari awal bagaimana persiapan mereka membentuk kepanitiaan, kemudian rame-rame menggalang pengumpulan dana, dan satu sama lain bisa memegang tugas dan porsi tanggung jawabnya masing-masing. Semuanya merasa di persatukan untuk sebuah tujuan yang sama; men-sukseskan acara HUT RI yang ke 69.

Jujur, saya sendiri cukup mengapresiasi proses bagaimana mereka bisa mengumpulkan niat dan semangat. Kemudian bergerak siang dan malam hanya kurang dari lima hari saja sebelum tanggal 17. Mulai dari pembuatan proposal, kemudian pembentukan panitia, pengumpulan dana sekaligus semua yang menyangkut persiapan segala sesuatunya. Mulai dari beli ini beli itu, kurang ini kurang itu, lari lagi kesana kemari. Selama lima hari. Terus juga mendadak pada pasang muka kaya orang yang sok sibuk. Haha!

**
Bagus sih, karena semangat dan kerja nyatanya sudah terbayar dengan sensasi menapaki puncak tangga kepuasan. Puas sebagai penyelenggara acara tahunan untuk kampung tanah kelahiranya sendiri. Dan, sebagai catatan akhir ternyata anggota kepanitiaan rata-rata adalah usia di bawah 21 tahun.

Setelah semua serangkaian acara bisa selesai, Agustusan tahun ini pada akhirnya bisa berjalan sukses, walopun harus di akui belum menyajikan sesuatu yang lebih keren dari tahun-tahun sebelumnya-- dimana saya pernah menjadi panitianya, di tempat yang sama.

Dan, planning besar sudah mereka tanam dari sekarang. Tahun depan rencananya akan membentuk kepanitiaan dengan formasi yang hampir sama, tapi tetep dengan rasa Indonesia asli, hanya saja mungkin dari cara penyajianya yang berbeda.







Video lomba Joged Bola
                    


Rumahpetuah@Dokumentasi

8 comments:

  1. Meriah sekali acaranya, Mas. Saya jadi pengin cepat pulang ke Tanah Air.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di kedubes yaman gak ada yah? hehe

      Delete
  2. seru banget lombanya diatas sungai, makin meriah rasanya tuh, saya juga ikutan lomba kemaren, lomba makan kerupuk sama makan ubi hehehe, merdeka!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lomba makan kerupuk ada, hehe kalo makan ubi saya belom tau tuh kek gimana

      Delete
  3. sepertinya banyak hal yang sama di negri ini...persiapan sederhana,,nyusun proposal kemudian cari dana untuk perayaan 17-an....semoga saja itu tidak menjadi seremonial belaka.....keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, di beberapa jenis lomba tdk hanya semata punya tujuan utk di jadikan hiburan, kalo kita bisa menggali makna dari lomba panjat pinang juga sebenarnya banyak hal yg bisa di jadikan pembelajaran. bagaimana soal pentingnya kerjasama utk sebuah tujuan besar, soal manfaat dari adanya gotong royong,soal manfaat dari sebuah kegagalan, dan banyak lagiii. ini juga kata pemilik rumah sebelah

      Delete
  4. seru banget acaranya, moment 17 an memang selalu dirindukan setiap tahunnya. Motivasi menang dari lomba adalah filosofi semangat para pejuang yang ingin merdeka

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo panitianya mbak Nunu harusnya ada lomba menulis puisi tuhh :D

      Delete

Tinggalkanlah komentar anda di sini

Baik tidaknya artikel ini hanya pada sebatas tujuan untuk berbagi. baik itu informasi, inspirasi ataupun sekedar basa basi. Baca juga artikel yang lain, terima kasih...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More