Bertadabbur Dengan Alam (Muju Deogyusan Ski Resort)



Setelah menghabiskan separuh siang mengikuti serangkaian perjalanan dari Anseong menuju Muju, dengan memakan waktu kurang lebih 4 jam, rombongan tour Silakbar 2015 masjid Nurhidayah Anseong langsung tiba di lokasi penginapan. Dan kebetulan langsung di sambut hujan salju.

Sengaja buat makan siang sembari istirahat sebentar karena lelahnya perjalanan 4 jam di dalam bus, kami (rombongan) kemudian langsung menghabiskan sisa sepotong siangnya lagi buat mampir di Deogyusan ski resort, salah satu tempat wisata favorite yang ada di wilayah Gwangju.


Acara tersebut sebenarnya sudah di agendakan dari sejak awal, mengikuti agenda inti untuk menghadiri Silakbar 2015 gwangju yang jatuh pada keesokan harinya tanggal 19 februari. 

Nah, acara hari itu kalo bisa saya pinjam tema sih lebih tepatnya mencoba "bertadabbur dengan alam ". pengaburan dari nama jalan2 Hehe. supaya punya kesan terdengar lebih membumi aja. Barangkali...

Mentadabburi alam, di padang bukit yang terhampar begitu luas nan putih... sekaligus merenungi apa2 yang sudah Tuhan bagikan ke jagat bumi ini dengan begitu indahnya. Awesome, barangkali ini adalah kali pertamaa saya bisa merasakan ada disini, sesuatu yang dulu hampir tidak pernah terbayangkan sama sekali. Sekalinya hanya melihat lewat layar televisi. Ahh, mungkin Tuhan sedang menunjukan segala maha besarnya. Lewat beberapa pesona alam, yang di percantik bulir2 salju kiriman dari jantung langit.

Ya, Deogyusan ski resort adalah satu dari beberapa wahana ski favorite yang ada di negri Korea. Tepatnya di Muju wilayah Gwangju Korea bagian selatan. 

Sebelum masuk arena Deogyusan ski resort, kami sengaja mampir dulu di tempat yang tidak jauh dari arena lokasi, buat sewa perlengkapan ini dan itu, mulai dari memilih pakaian yang punya warna2 menyala, sepatu robot, peralatan ski dan berikut semua safety-nya. Per orang semuanya kena biaya 20 ribu won. Hanya saja kalo sarung tangan harus beli dengan harga 10 ribu sampai 20 ribu won. Begitu juga dengan kacamata ski yang bisa di sewa terpisah dengan membayar 5 ribu won saja.


Meskipun di Deogyusan ski resort kadar saljunya tidak sebanyak di beberapa arena ski di wilayah Gangwongdo, hal itu sama sekali tidak mengurangi keeksotisan tempat ini, tidak juga mengurangi semangat kami untuk mencoba beberapa tantangan baru di atas gunukan salju, salah satunya mencoba bermain ski, sekaligus menjadi ajang untuk menguras adrenaline.

Resort ini pada hari2 libur konon katanya selalu rameh, dan tetep bersih, penataan tempatnya juga rapih dan teratur. Fasilitas kereta gantung juga menjadi daya tarik tersendiri. Tak heran jika Muju deogyusan resort katanya sering di jadikan lokasi syuting drama korea karena terletak di sekitaran muju-gun yang suhunya relatif lebih hangat. Arena ski yang satu ini selalu di batasi tidak boleh lebih dari 7 ribu pengunjung perhari, untungnya saya dan beberapa rombongan yang sengaja mau main hari itu tepat masuk jam 5 sore. Waktu itu masih belum begitu rameh ternyata. Katanya pada jam2 sore hanya di padati para pemain ski pemula, menengah, dan beberapa bocah yang sedang belajar sekaligus menikmati wahana ini, ataupun pengunjung yang sengaja sekedar mau nyoba main bermodalkan nekad doang hehee, gak ada skill gak ada pelatih, kaya saya ini (ngaku)  

Setibanya kami masuk tepat jam 5 sore, ternyata tempat arena ski sedang dalam proses di sterilkan, baru pada 30 menit kemudian pengunjung di perbolehkan masuk, sekaligus mempertontonkan gayanya masing2. 

Kalo pas baru pertama merasakan masuk di arena ski, awalnya takut duluan, agak parno kalau sudah lihat orang2 di titik pendakian paling atas, kalopun harus dipaksa nyoba main juga cukup di sekitaran kelas pemula saja. Saya suka jatuh beberapa kali hehe, sekalinya jatuh bangunya yang bikin capek, susah, karena harus pake tehnik juga dengan bantuan tenaga dan dua tongkat. Atau minta bantuan orang lain (itu pilihan terakhir)

Setelah di kasih tau sama orang yang berpengalaman soal beberapa tehniknya, lama2 jadi di anggap bisa, masih suka jatuh juga udah biasa hahaa. Kalo udah bisa beberapa kali putaran dan meluncur bebas dengan jarak 100 meter dan tidak sampai terjatuh, itu sesuatu yang kerenn. Karena mau berhenti pun perlu tehnik juga; dua papan ski sedikit di belokan dan bidang dua papan ski sedikit di miringkan supaya laju larinya papan tidak begitu kenceng. Istilahnya sih buat rem lah supaya gak nabrak orang lain.

Makin lama main (dan itu gak dingin sama sekali), makin seru, kayaknya jadi makin ketagihan pengen main lagi. Kalo sudah di coba ternyata memang manarik dan menyenangkan. Ada sensasi kepuasan.


***
Tepat jam 8 malam, di setiap sudut areal resort ternyata tambah rameh saja, padat, dan kebetulan kami pun sudah pada kecapean. Konon biasanya pada jam2 malam di khususkan buat kelas yang sudah mahir, supaya gak ngerasa keganggu sama pengunjung yang sedang belajar. Ngambil titik pendakianya juga beda, mereka yang sudah ahli ada di bagian yang punya tingkat kecuraman lebih ekstrim. Lebih menantang.

Sambil nunggu bis datang, kami menyempatkan nonton atraksi2 unik pemain ski asli, sembari rehat buat sekedarr melepas hawa dingin, ada juga yang ngopi dan nyantap jajanan anget di kedai depan arena ski, barulah tepat jam 8 malam rombongan kemudian bergegas menuju lokasi bus. Menuju ke penginapan buat istirahat. Dan pulaang...

Hari itu selesai betadabbur dengan alam, ada banyak alkisah sederhana yang di dapat. Kemudian merenung sejenak, bahwasanya dan sesungguhnya Tuhan itu selalu menyimpan banyak sekali rahasia, yang entah kapan saya bisa tahu salah satunya. Dan, mungkin dengan bukit2 berpunuk salju yang ada di depan mata kepala saya kemarin, bisa jadi itu adalah satu dari beberapa rahasia yang sudah di jawab.


-Liburan sollal-



Eumseong-gun, 23 februari 2015

4 comments:

  1. Aduuuh, jadi ngiri nih udah bisa mainan sama salju. Pemandanganya hagus jadi mupeng sama itu saju huehehe

    Subhanallah, apa apa yang sudah di ciptakan oleh Allah patut kita taddaburii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mupeng? Tinggal beli siropnya aja :)

      Delete

Tinggalkanlah komentar anda di sini

Baik tidaknya artikel ini hanya pada sebatas tujuan untuk berbagi. baik itu informasi, inspirasi ataupun sekedar basa basi. Baca juga artikel yang lain, terima kasih...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More