Showing posts with label Dokumentasi. Show all posts
Showing posts with label Dokumentasi. Show all posts

Kado Manis Dari Guangzhou


Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan




 Tantowi Ahmad/Liliana Natsir

 ***
Saya menyebutnya mereka mereka adalah Pahlawan, prestasi hebat yang lahir dari semangat dan keringat mereka adalah kado manis buat Indonesia. Di perayaan ulang tahunya yang ke 68.

Meski nonton lewat video youtube bwf chanel, karena tidak satupun tv swasta kita yang menyiarkan langsung, setidaknya saya masih bisa melihat atmosfir dari serunya pertarungan para pemain pemain Indonesia dalam merebut dua gelar bergengsi kejuaraan dunia BWF World Championship di Guangzhou China.

Ya, Indonesia patut berterimakasih sama dua pasangan ganda terbaiknya. Pasangan mixed double Tontowi Ahmad dan Liliana Natsir meraih gelar pertama buat Indonesia setelah mereka membungkam perlawanan pasangan kuat tuan rumah china Xu Chen/Ma Jin dengan pertarungan alot tiga game, 21-13, 16-21 dan 22-20.

Lagi, kado manis Indonesia di lengkapi dari raihan gelar ganda putranya lewat pasangan Mohammad Ahsan-Hendra Setiawan setelah menyudahi pasangan nomor tiga dunia asal Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen dengan dua game langsung, 21-13 dan 23-21.

Terimakasih untuk dua ganda kita, karena dua gelar dari Ghuangzhou adalah kado manis untuk rakyat Indonesia.





_______________________________________________________________________


source: google dan youtube

"Mencoba" Dan Percaya Diri Itu Penting


Ini tentang saya, tentang orang lain dan tentang bagaimana mengubah tahapan dari yang tadinya biasa saja bisa di konversi menjadi sesuatu yang lebih di artikan punya sedikit hasil. Tentunya hasil itu tidak kemudian bisa muncul sendiri tanpa sebuah sikap sebagai bagian dari upaya atau usaha itu sendiri. Sederhananya, semakin besar usaha tersebut di upayakan maka tentunya semakin besar juga kita punya peluang untuk mendapatkan reward sebagai titik sebuah pencapaian... Artinya tanpa harus meninggalkan upaya sebagai bentuk kuantitas diri cerminan dari orang yang selalu berikhtiar.


Ikhtiar bisa di aplikasikan juga dalam bentuk upaya ”mencoba”. Karena menurut saya itu penting melihat hasil dari pengalaman saya dalam kurun satu minggu terakhir. Adapun hal hal yang menjadi pelajaran buat kita sesungguhnya sering muncul menjadi menu keseharian kita yang kadang tidak tertangkap dalam radar pemikiran kita untuk di usahakan menjadi sebuah pembahasan yang mengandung banyak pelajaran hidup yang sifatnya lebih positif.

Mengaca dari proses bagaimana waktu itu saya harus menyelesaikan tugas melukis untuk urusan pekerjaan yang punya deadline lima hari harus bisa selesai, dan kebetulan sekali bertepatan dengan bulan puasa yang tentunya akan sedikit menyita jatah waktu buat tidur. Tahu sendiri kalau bulan puasa yang namanya porsi buat tidur kayaknya menjadi berkurang karena adanya kegiatan malam hari yang mengharuskan.

Buat tugas melukis sendiri, tadinya saya menganggap ini sesuatu yang sangat terpaksa harus saya katakan sangat berat melihat dari rekam jejak saya yang sudah lama tidak melakukan kegiatan melukis. juga porsi waktu dan medan serta perangkat yang harus saya pergunakan waktu itu buat mulai melukis yang menjadi salah satu alasan lainya . Dan untuk pertama kalinya waktu itu saya di hadapkan dengan cat minyak plus kanvas serta sedikit bakat untuk di gabungkan yang mudah mudahan bisa menghasilkan sesuatu yang punya nilai. (Itu bakat juga menurut pendapat orang orang). di bawah ini contoh lukisanya



Tidak tahu harus pakai tehnik dan jurus seperti apa untuk memulai melukis yang terpenting waktu itu buat saya adalah bagaimana lukisan saya nantinya bisa menjadi bukti bahwa sebenarnya saya bisa mewujudkan kepercayaan orang lain. Dan itu menjadi hal yang penting buat saya sendiri setidaknya untuk di usahakan terlepas di terima atau tidak hasil dari usaha saya nantinya.

Tadinya sebelum saya memegang kuas artinya ketika masih membuat sketsa bagan gambar di kanvas dengan menggunakan pensil, sepintas saya merasa pesimis dengan kemampuan saya sendiri untuk memulai menggunakan media cat dan kanvas dan sesekali terlintas pada pemikiran____ingin saja membatalkan garapan painting tersebut karena kurangnya kepercayaan diri. Tapi lalu lalang pemikiran bodoh tersebut mencoba saya patahkan atau saya lawan dengan berusaha MENCOBA, tidak ada salahnya buat mencoba. Itu kata orang orang. kata ini mungkin terbilang sakti buat saya sendiri karena telah mengubah pemikiran buruk saya menjadi sebuah jalan yang akhirnya sedikit demi sedikit bisa menghasilkan sesuatu (jawaban). Karena dari sikap yang sederhana yaitu mencoba untuk sesuatu yang kita anggap penting (positif), kita akan jadi tahu bahwa sebenarnya dunia itu sangatlah luas yang akan selalu memberi ruang dan peluang serta jalan bagi orang yang hendak menemui visi tujuanya ke depan.

Dan pada akhirnya walopun terkesan dengan modal tehnik hati hati, satu persatu kuas dan cat tersebut bisa berkolaborasi buat mengaktualisasikanya di atas kanvas putih. Dari sinilah letak jejak jalan selanjutnya menemukan tumbuhnya sikap kepercayaan diri saya, karena kepercayaan diri juga di yakini sangatlah penting buat saya sendiri. Kalau kita sudah di tumbuhi rasa percaya diri maka segala sesuatunya akan terasa lebih mudah buat di kerjakan.

Dan setelah saya mencoba menuangkan cat cat tersebut tentunya dengan kesabaran dan berkali kali merasa gagal di sana sini saya terus berusaha mencoba sebisanya, karena saya pikir dari fase kegagalan atau merasa gagal tersebut artinya secara tidak langsung saya bisa menemukan point point penting berupa ilmu ataupun teori baru yg terlahir secara otodidak. dari situlah saya menemukan jalan lain yang pada akhirnya waktu itu bisa menghasilkan sebuah lukisan sederhana walaupun belum sepenuhnya di katakan lukisan. Tapi setidaknya ini sudah menjadi sebuah pelajaran karena hasil dari lukisan saya yang sudah mendapatkan apresiasi dari orang orang tertentu, dan bukti bahwa sebenarnya hidup itu tidak ada yang tidak mungkin selama kita masih punya kemauan buat mencoba.

Mungkin dari hal tersebut saya menangkap pesan bahwa apa apa yang dulunya saya anggap tidak bisa bukan berarti saya selalu terjebak pada pemikiran “underestimate“ atau merendahkan kemampuan saya sendiri buat berhenti sampai disitu. Berusaha ”Mencoba” menjadi kiat pembuka dan membuka jalan, dan ”percaya diri” menjadi tongkat estafet untuk melanjutkan jalan selanjutnya. karena proses penggabungan keduanya akan punya potensi menemukan sesuatu yaitu keberhasilan.

Besar atau kecil yang di hasilkan semuanya dalam proses pembelajaran hidup. karena sesuatu yang bernilai besar tentunya di mulai dari dari hal yang kecil. Dan mencoba dari yang kecil adalah modal awal buat menemukan sesuatu yang besar. semoga bermanfaat :))

Dokumentasi

Postingan saya kali ini hanyalah sekedar sharing kepada para pembaca, betapa pentingnya menyimpan sebuah dokumen yang pernah kita dapatkan tatkala beraktivitas sehari-hari atau berorganisasi. Dimanapun dan kapanpun. Untuk diarsip dalam kardus almari dokumen rumah kita. Dokumentasi adalah kegiatan untuk merekam dan menyimpan berbagai data penting yang dihasilkan dari suatu kegiatan kita sehari hari. Kalau merujuk pada zaman RASUL dulu: Mengapa kaum Muslim berjaya pada masa lalu? Itu karena, mereka memiliki dokumentasi yang lengkap tentang catatan-catatan peradaban, baik pada masa Islam maupun sebelumnya, baik dari negeri- negeri Islam maupun dari negeri-negeri di luarnya. Keruntuhan Islam di mulai persis ketika pusat-pusat dokumentasi itu hancur akibat serbuan tentara Mongol. Buku-buku dan koleksi lain yang di simpan di dalamnya hilang, terbakar, atau di buang ke sungai sehingga konon air sungai di Baghdad hitam pekat oleh tinta. Meski kemudian tentara Mongol dapat diusir kembali.


Eniwei, Contoh zaman rosul dulu dan artikel ini setidaknya serta mudah mudahan bisa membangunkan saudara-saudara atau teman kita yang sedang ‘tidur’ dari kesadaran akan pentingnya arsip pribadi, padahal hari esok adalah akibat dari hari ini, hari ini akibat dari hari kemarin, maka yang ingin esok lebih baik dari hari ini, mempelajari arsip merupakan langkah
yang sangat bermanfaat untuk perbaikan. Dokumentasi juga akan menjadi rekam jejak atau kacamata kita untuk bisa melihat dunia yang gelap di kemudian hari dengan tersenyum. Dokumen yang kita dapatkan hari ini, dapat menjadi sebuah kisah nostalgia penting. misalnya, untuk 10 tahun ke depan. Selembar photo masa SMU atau kuliah yang pembaca miliki misalnya, mungkin kesannya biasa- biasa saja. Namun ia akan menjadi dokumen photo bersejarah 10 tahun kemudian tatkala umpamanya 10 orang dari 20 orang yang terpampang di foto menjadi tokoh nasonal di kemudian hari hehe mudah-mudahan!... Tentunya ada banyak cerita yang bisa kita kisahkan hanya dari selembar photo tersebut.

Arsip-mengarsip dokumen pribadi sesungguhnya menyangkut kegemaran atau sebuah hobby. Seperti halnya ada orang yang punya hobby mengoleksi piringan hitam jadul, perangko, buku-buku best seller, mobil antik, kaset lama dan lain-lain.

Seseorang teman saya yang sempat ikut andil mengobrak abrik kamar saya “memuji” (terima kasih atas pujiannya) tentang kelengkapan koleksi dan arsip dokumen pribadi yang saya miliki. Terutama tatkala satu per satu dokumen itu di pindahkan ke tempat yang lebih aman. Mulai dari Ijazah, raport, piagam pelatihan, piagam penghargaan, kliping bola, buku kenangan, koleksi kaset, koleksi buku, album photo dan bahkan sekitar 30 kilogram tumpukan Tabloid ' BOLA ' jaman dulu masih saya simpen rapih di dalam Almari reott. Jelas dari dulu memang tujuanya untuk di jadikan koleksi yang sekiranya bisa bermanfaat untuk kemudian hari. Hal yang sudah di amini sekarang yaitu sewaktu saya membuka kembali photo-photo ketika menjadi juara badminton HUT RI atau acara Agustusan lima tahun silam. Hehe..

****
Barang, arsip atau dokumen tersebut sengaja saya simpan sebagai kelanjutan dari usaha saya buat merawat dan kemudian menyimpanya baik-baik. Sebenarnya kalau di katakan cukup lengkap tidak juga, karena beberapa dokumen penting kadang tidak saya koleksi dan miliki. Beberapa dokumen penting saat sekolah dulu seperti photo dan sebagainya acap tercecer atau hilang entah dimana. Bahkan ada beberapa photo yang lapuk kena embun dan rusak karena faktor alam yang tidak bersahabat. Kalau sudah begini sangat di sayangkan memang, sedih melihat hal yang jelas merupakan bagian dari sejarah kita itu sudah hilang dan rusak karena kita lupa menyimpan atau merawatnya. Sekalipun saya sendiri sudah menganggap dokumen-dokumen pribadi itu sebagai aset berharga dan telah di pisahkan dalam kardus atau almari tersendiri.

Di blog ini sebenarnya saya sudah menelurkan beberapa artikel, yang sekiranya di jadikan sebagai dokumentasi juga, yang merupakan bagian dari catatan hidup saya dengan menulis buat di baca di kemudian hari oleh anak cucu saya kelak. Hal ini tergantung pembaca menganggap penting atau tidaknya jenis dokumen semacam itu.

Jadi arsip yang kita miliki, sering dan kadangkala berfungsi sebagai “tanda pengingat” bagi pribadi yang kita tulis. Entah kita kirim melalui sms, sepucuk surat/email pribadi, situs jejaring sosial, ditulis dalam blog atau media penyampaian informasi lainnya. Ini bsa menjadi kejutan bagi seseorang, sebagai bentuk perhatian yang tulus dan apa adanya. Sekalipun suatu barang yang mungkin di anggap remeh,
ternyata suatu saat arsip tersebut sangatlah penting bagi pemiliknya.

Berpijak dari bacaan atau artikel ringan ini, sudahkah pembaca dari sekarang membiasakan arsip mengarsip dokumen pribadi itu? Hal-hal lain yang terkait dengan postingan ini, kami mohon masukan dan share dari pembaca blog sekalian untuk menjadi bagian dari arsip dan dokumen yang akan siap menembus ruang sejarah kita. Semoga bermanfaat dan terimakasih.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More