Tidak ada yang salah dengan misi dan mimpi seseorang untuk menjadi yang terhebat di dunia, selagi mimpi itu masih di barengi dengan niat dan usaha. setiap orang siapapun mereka akan punya hak yang sama untuk bisa menghadirkan sukses, punya hak yang sama untuk memetakan tujuan hidupnya masing-masing. bermimpi untuk menjadi presiden, pilot, dokter atau pemain sepak bola terkenal adalah sesuatu yang bukan tidak mungkin, apalagi sampai harus di larang. Dan ketika saya memulai melukis untuk tujuan belajar, saya harap ini adalah awal dari langkah mimpi saya selanjutnya ke depan, walaupun di rasa buat saya sendiri sepertinya agak sedikit terlambat, tapi bukankah terlambat akan lebih baik dari pada tidak sama sekali. belajar juga seyogyanya tidak mempunyai batasan apapun. siapapun, kapanpun dan di manapun, saya rasa semuanya juga sedang dalam proses belajar, belajar tentang hal apapun.
Awal dari punya pemikiran untuk kembali mencoba menekuni dunia melukis sendiri sebenarnya bukan lahir saat sekarang saja, artinya dari kemarin kemarin juga sebenarnya sudah ada keinginan, tapi entah kenapa obsesi tersebut hanya sebatas keinginan yang sepertinya terasa malas buat di kerjakan. cuma hanya singgah ada di kepala. tanpa mampu bisa di konversi menjadi sebuah karya yang positif. apa mungkin juga karena tidak ada yang mengarahkan, gak ada akses, atau mungkin waktu itu bagi saya sendiri seperti belum merasa perlu untuk di sikapi sebagai sesuatu hal yang serius. Ah itu mungkin cuma alasan saya saja, Serius atau tidak serius nyatanya sekarang saya lebih tertantang untuk bisa kembali menekuni dunia melukis ini. dunia yang mungkin buat saya sudah cukup
memberikan banyak cerita dan pengalaman.
Jujur buat saya sendiri, melukis bukanlah sesuatu yang mudah buat di kerjakan, butuh apa itu yang namanya keterampilan khusus, bakat seni dan juga kepercayaan diri dalam setiap mengaktualisasikan cat cat tersebut di atas kanvas, utamanya adalah kesabaran. tanpa semuanya, sepertinya terasa akan sangat susah buat di wujudkan menjadi sebuah karya nyata. Perlu peran kerja kolaborasi antara pemikiran, imajinasi dan kreatifitas khusus yang kemudian bisa menghadirkan satu buah karya yang bernilai seni. punya nilai jual atau tidak hasil dari lukisan saya nantinya, bagi saya sendiri cukuplah sekarang untuk sementara bisa menjadi daftar koleksi pribadi hasil dari buah karya sendiri. Yang menjadi point penting buat saya sekarang adalah dari fase inilah sebenarnya saya sudah mendapatkan sesuatu, termasuk banyaknya kesalahan di sana sini. artinya dari proses tersebut setidaknya saya sudah menemukan beberapa
ilmu baru (otodidak) berkaca dari perjalanan bagaimana saya bisa menghasilkan beberapa lukisan sebelumnya. konon kata orang bijak juga pengalaman itu adalah ibarat guru.
Kemarin saya merasa cukup di gurui dari beberapa komentar salah satu teman saya, konon hasil dari karya lukisan saya itu kurang mempunyai nilai jual, kemudian praktek bagaimana cara memegang kuasnya juga kurang enak di lihat katanya, terus hasil dari beberapa lukisan sebelumnya juga main konsep warnanya kurang hidup alias mati, atau lebih tepatnya sebuah lukisan yang tidak punya cerita. Oh noo..! memotivasi atau tidak dari nada komentar seperti itu bagi saya sendiri cukuplah untuk di ambil hal positifnya saja dulu, mungkin dari situ saya akan jadi lebih
tertantang sekaligus termotivasi untuk bisa berkarya lebih serius lagi dengan memanfaatkan talenta dan semua kemampuan saya dalam menggali potensi pribadi, sehingga nantinya melahirkan sebuah karya nyata bahwa ini lho punya saya.
Di ambil dari kamera Nokia E63
Saya sadar, saya bukanlah orang dengan kapasitas bakat melukis yang genius dengan bercitarasa seni tingkat tinggi. Mungkin kegiatan melukis bagi saya hanyalah sekedar sebuah hobi yang saya sukai. Saya juga sadar karena saya bukanlah orang dengan latar belakang pendidikan yang berbau seni macam apapun. Menjadi seorang pelukis mungkin hanya sebuah terobosan dan hal gila yang saya lakukan untuk mengistankan mimpi buat menjadi seorang pelukis profesional. hanya sebatas kegiatan untuk kebutuhan diri dalam mengisi waktu saat sedang menyendiri. namun tidak ada yang perlu di salahkan dengan mimpi tersebut, bukankah sebuah ungkapan pernah berujar, “gantungkanlah mimpi setinggi mungkin”. Ya, jika mimpi itu tak mampu di wujudkan menjadi kenyataan tapi setidaknya sudah pernah di impikan bukan?. Di luar itu, Secara umum melukis juga punya banyak kemanfaatan, seperti melatih daya imajinasi, merangsang berfikir inovatif dan kreatif, meningkatkan rasa percaya diri, melatih komunikasi simbolik, melatih kerapihan dan kedisiplinan dan masih banyak lagi. di situlah sisi lain dari manfaat kegiatan melukis itu sendiri.
Di manapun ada niat di situ pasti ada jalan, dengan niat dan upaya yang sungguh sungguh, keberhasilan bukan tidak mungkin akan mampu di hadirkan. sekarang saya jadi punya semangat baru lagi untuk bisa serius menekuni dunia melukis ini. beberapa lukisan yang sudah saya hasilkan kemarin juga seolah semakin kuat buat menambah motivasi dan semangat baru lagi buat saya nantinya. mudah-mudahan semangat itu bisa untuk terus di pelihara. apapun kata orang terserah mereka mau berkomentar bagaimana dan seperti apa, yang penting saya punya niat baik dalam wadah kegiatan yang positif. toh mereka juga punya hak untuk menyatakan pendapatnya dengan ngomong kaya gimana. begitu juga sebaliknya, saya juga punya hak dong untuk mengemukakan segala sesuatunya, termasuk mengeluarkan semua imajinasi yang ada dalam ruang pikiran saya buat di tuangkan lewat sebuah lukisan dan tulisan. Selagi mimpi itu masih gratis, ijinkan saya bermimpi menjadi pelukis.