Showing posts with label Hobi. Show all posts
Showing posts with label Hobi. Show all posts

Hatrick Owi Dan Butet (Al England 2014)



Congratulation, persembahan dua gelar. Dan selamat buat dua pasangan ganda kita yang pada hari minggu kemarin menyabet gelar di kejuaraan bergengsi All england. Pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Aksan dan pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliana Natsir merupakan dua ganda yang mewakili Indonesia di final All england 2014. Semuanya terlibat dengan atmosfir dan tensi persaingan dan pertarungan ketat dengan kualitas tipe permainan yang hampir sama, sekaligus mematahkan dominasi China dan asia timur.

Gelar ini sekaligus hatrick buat Owi dan Butet (nama panggilan Tontowi Ahmad dan Liliana Natsir), sekaligus persembahan buat bangsa Indonesia di awal 2014, mudah2an bisa berlanjut pada kejuaraan2 berikutnya. Di final, pasangan Hendra/Aksan mengalahkan pasangan ganda kuat dari Jepang sedangkan pasangan Owi butet mematahkan perlawanan ganda nomor satu dari China. Hebatnya dua pasangan ganda kita hanya perlu dua game saja untuk menyudahi perlawanan musuhnya masing2. Hal yang sama juga di lakukan dua ganda Indonesia ini ketika keduanya menyabet gelar kejuaraan dunia 2013 di China Agustus kemarin.

Luar biasa! Gelar All england 2014 adalah raihan hatrick untuk pasangan Owi dan Butet setelah dua tahun sebelumnya menjadi juara di tempat yang sama. Hatrick itu pencapaian, selalu ada hubunganya dengan dunia olahraga, dengan hal2 yang dinilai hebat dan kuat, kadang bisa mentransfer energi positif buat orang lain. Gak mungkin banget kalo orang yang masuk bui gara2 kasus korupsi terus di berita headlinenya menyajikan sebuah kata dan kalimat kata 'Hatrick' haha. Kalopun ada itu namanya bahasa Satir.

Oke, dari hatrick tadi sesungguhnya saya menaruh kata hebat buat orang2 yang meraihnya, ini sesuatu yang jauh dari kata instan, barangkali harus di dapat dengan perjalanan panjang atau barangkali pada peristiwa kegagalan. Atau bisa jadi semuanya adalah bentuk penghargaan dari serangkaian kerja keras mereka. Itu adil dan saya benar2 dan berhak iri kepada mereka.

Ada sebungkus kalimat sederhana yang mewakili banyak pujian saya kepada dua ganda kita, yaitu selamat buat mereka!
 

-

Yukk nonton pertandinganya...



video: youtube
picture: google

Painting Project


Saya sengaja memakai judul berbahasa inggris ini biar bisa terus bersemangat, itulah sisi lain dari cara cara saya yang kurang populer. Ya, tiap orang kan punya cara sendiri sendiri dalam menggalang kekuatanya untuk bisa menyemangati diri sendiri. Atauuu Setidaknya saya bisa mengambil point positifnya dulu dari hal yang kurang populer sekalipun. Nah, satu dari menumpuknya keinginan saya salah satunya adalah Painting projects this year. postingan ini sekaligus terinspirasi dari blog Rumah Matahari, Evaluasi 49.


Melukis... Untuk tahun ini saya menargetkan melukis dengan mengambil tema yang sangat sederhana, yang mana dari hasil karyanya nanti bisa masuk sebagai Masterpiece. Haha berkesan ada pesan gagah gagahan ya? Oh sebenarnya enggak juga, ini lebih pada ada usaha buat menggali potensi diri saja agar terus bisa semangat. Dari situ dan dari lukisan itu nantinya saya niatkan sebagai persembahan untuk diri sendiri. walaupun nantinya lukisan tersebut akan bermuara di ruangan siapa itu adalah urusan nanti. yang penting dari sini saya merasa perlu untuk bisa menghadirkan sesuatu yang di anggap saya sendiri sebagai buah dari semangat yang melangit. Semangat yang akan terus terpelihara.

Walaupun saya juga belum tahu project ini bisa mulai siap di garap kapan dan sampai butuh waktu berapa lama. Tapi mulai dari minggu sekarang saya sudah mulai mengumpulkan apa itu yang sekiranya di anggap penting untuk di hadirkan dalam penggarapanya nanti. dalam project ini sendiri aslinya saya tidak punya deadline untuk semua pengerjaanya. Biarlah semuanya (termasuk imajinasi) itu akan bekerja dengan sendirinya. Hanya saja saya tidak selalu terpaku pada satu project tersebut, mudah-mudahan ada pengerjaan lukisan lain yang nantinya bisa menjadi pelengkap untuk pundi pundi koleksi pribadi.

Saya juga tahu, saya juga sadar dan saya juga sudah menghitung dan mengukur setiap dari kapasitas dan kualitas saya sendiri. target dari tujuan pribadi itu penting dan hasil dari target itu yang saya kira lebih penting buat di tunaikan, karena saya yakin__ seyakin satu kali satu sama dengan satu__ bahwa setiap dari diri pribadi manusia itu sendiri akan menyimpan semua keinginan keinginan yang mungkin saat sekarang masih tersumbat. Entah itu karena alasan apa yang pasti mereka punya caranya sendiri berupa menyediakan medianya masing-masing dalam memfasilitasi keinginanya. Seperti keinginan saya dalam poject ini.

Awal dari munculnya ide tersebut, pas pada saat dimana saya pernah di pertemukan pada situasi yang mana dari situ saya langsung menjadi tertarik untuk meniru. Meniru bukan melulu berkonotasi negatif. Kalau untuk di perjelas dalam bahasa yang lebih sederhana artinya saya meniru lebih pada termotivasi, tergerakan atau ada yang menggerakan. kan sah sah saja hehe.. Selagi itu tidak merasa ada yang di rugikan. Saya tidak tahu dan tidak mau tahu ini kreatif atau tidak. Lebih jelasnya intinya saya tiba-tiba merasa menemukan sebuah lukisan yang kalau boleh di bilang sangat indonesia banget, I Like. Lukisan itu mengambil latar berupa pesawahan yang di intip oleh pegunungan yang bersembunyi di balik putihnya awan, dengan di pertegas peran para petani yang sedang istirahat di gubuk kayu tua, dan kesemuanya bebaur dengan aksen hijau kekuning-kuningan khas alam indonesia. Pokoknya indonesia banget dan saya sudah melihat--Tepatnya di sebuah toko alat-alat tulis yang mana di hampir setiap sisi kosong dari dinding toko tersebut sudah terpampang beberapa lukisan (salah satunya lukisan berukuran besar itu). Sayang saya tidak sempat mengabadikan lukisan tersebut.

Semakin penasaran saya pun menanyakan perihal tentang tiga lukisan tadi. Dan setelah mengantongi keteranganya-- ternyata yang aslinya cuma satu dan sisanya adalah hasil dari repro. Kebetulan yang asli adalah yang punya ukuran lebih jumbo, dan dari ukuran besarnya itu yang sebenarnya bisa menarik perhatian banyak orang, salah satunya saya waktu itu. gak tahu kenapa dari melihat keindahan setiap goresan lukisan itu, melihat setiap dari ruas kanvas yang terkesan berharga mahal itu, saya jadi merasa iri, takjub dengan apa yang sudah terlihat di depan mata saya. Kok bisa ya, sempet bertanya dalam hati; sampai butuh waktu berapa lama hingga bisa menghasilkan lukisan sebagus itu. Gumam saya, yang waktu itu cukup bisa mengambil satu atau dua dari beberapa tehnik ilmu yang sudah terbenamkan dalam jejak lukisan tadi_ walaupun pada sebatas hasil dari " mengamati " setiap detail detail lukisan tersebut.

Alhasil, setelah pulang saya langsung mencari bahan observasi dan referensinya untuk proyek saya sendiri yang di daulat bisa kelar sebelum pertengahan tahun. Sukur sukur bisa rampung dalam beberapa bulan yang sesingkat singkatnya. Karena saya sendiri meyakini kalau pekerjaan semacam itu butuh proses yang berundak-undak. Artinya pada fase ketika cat cat tersebut sudah di torehkan terkadang harus menunggu kering lebih dulu untuk menumpuk warna cat lainya agar menghasilkan bentuk lukisan yang lebih sempurna. Ada proses lah, dan Itu target, kemudian dari situ saya sebenarnya merasa di beri porsi semangat yang melipat lipat untuk pekerjaan yang sebenarnya cuma nama lain dari pengaktualisasian diri.

Minta doanya ya, di proyek pribadi tahun ini saya akan coba melukis dengan memakai dan menggunakan media yang lebih besar mengacu dari hasil lukisan saya sebelumnya yang cuma berukuran 80 x 48 cm. Nah untuk selanjutnya saya mau mencoba sedikit meng-upgrade untuk ukuran medianya, yang mana saya akan memakai yang berukuran kurang lebih 1,3 m untuk lebarnya dan 85 cm untuk tingginya. Lumayan besar-- dan sebenarnya ini sangatlah tidak mudah untuk bisa mewujudkan tentang project saya tersebut, karena saya di tuntut untuk bisa lebih tajam dalam hal mengelola imajinasi, untuk bisa lebih sabar dalam berproses, untuk bisa lebih akurat dalam pemilihan warna, untuk bisa lebih percaya diri, untuk bisa lebih cerdas dalam meng kolaborasikan setiap warna, untuk bisa lebih punya taiming kemana warna itu akan di selaraskan. Semuanya tidak mudah. Semuanya di tuntut untuk bisa lebih, lebih dan lebih. Terutama lebih semangat dan Mudah-mudahan Project saya tersebut bisa terlaksana sesuai dengan rencana semula.



Sebagus apapun karya dari orang lain saya hanya mampu memberinya sebuah apresiasi, sejelek apapun karya dari saya sendiri maka itu adalah awal dari jalan untuk mendapatkan apresiasi dari orang lain. Dari titik apresiasi itu selanjutnya ada titik balik dari akumulasi apresiasi yang kemudian memunculkan sebuah prestasi. Semoga. hopefully in the given path and smooth for
this project :)

Selagi Mimpi Itu Masih Gratis, Ijinkan Saya Bermimpi Menjadi Pelukis


Tidak ada yang salah dengan misi dan mimpi seseorang untuk menjadi yang terhebat di dunia, selagi mimpi itu masih di barengi dengan niat dan usaha. setiap orang siapapun mereka akan punya hak yang sama untuk bisa menghadirkan sukses, punya hak yang sama untuk memetakan tujuan hidupnya masing-masing. bermimpi untuk menjadi presiden, pilot, dokter atau pemain sepak bola terkenal adalah sesuatu yang bukan tidak mungkin, apalagi sampai harus di larang. Dan ketika saya memulai melukis untuk tujuan belajar, saya harap ini adalah awal dari langkah mimpi saya selanjutnya ke depan, walaupun di rasa buat saya sendiri sepertinya agak sedikit terlambat, tapi bukankah terlambat akan lebih baik dari pada tidak sama sekali. belajar juga seyogyanya tidak mempunyai batasan apapun. siapapun, kapanpun dan di manapun, saya rasa semuanya juga sedang dalam proses belajar, belajar tentang hal apapun.

Awal dari punya pemikiran untuk kembali mencoba menekuni dunia melukis sendiri sebenarnya bukan lahir saat sekarang saja, artinya dari kemarin kemarin juga sebenarnya sudah ada keinginan, tapi entah kenapa obsesi tersebut hanya sebatas keinginan yang sepertinya terasa malas buat di kerjakan. cuma hanya singgah ada di kepala. tanpa mampu bisa di konversi menjadi sebuah karya yang positif. apa mungkin juga karena tidak ada yang mengarahkan, gak ada akses, atau mungkin waktu itu bagi saya sendiri seperti belum merasa perlu untuk di sikapi sebagai sesuatu hal yang serius. Ah itu mungkin cuma alasan saya saja, Serius atau tidak serius nyatanya sekarang saya lebih tertantang untuk bisa kembali menekuni dunia melukis ini. dunia yang mungkin buat saya sudah cukup memberikan banyak cerita dan pengalaman.

Jujur buat saya sendiri, melukis bukanlah sesuatu yang mudah buat di kerjakan, butuh apa itu yang namanya keterampilan khusus, bakat seni dan juga kepercayaan diri dalam setiap mengaktualisasikan cat cat tersebut di atas kanvas, utamanya adalah kesabaran. tanpa semuanya, sepertinya terasa akan sangat susah buat di wujudkan menjadi sebuah karya nyata. Perlu peran kerja kolaborasi antara pemikiran, imajinasi dan kreatifitas khusus yang kemudian bisa menghadirkan satu buah karya yang bernilai seni. punya nilai jual atau tidak hasil dari lukisan saya nantinya, bagi saya sendiri cukuplah sekarang untuk sementara bisa menjadi daftar koleksi pribadi hasil dari buah karya sendiri. Yang menjadi point penting buat saya sekarang adalah dari fase inilah sebenarnya saya sudah mendapatkan sesuatu, termasuk banyaknya kesalahan di sana sini. artinya dari proses tersebut setidaknya saya sudah menemukan beberapa ilmu baru (otodidak) berkaca dari perjalanan bagaimana saya bisa menghasilkan beberapa lukisan sebelumnya. konon kata orang bijak juga pengalaman itu adalah ibarat guru.

Kemarin saya merasa cukup di gurui dari beberapa komentar salah satu teman saya, konon hasil dari karya lukisan saya itu kurang mempunyai nilai jual, kemudian praktek bagaimana cara memegang kuasnya juga kurang enak di lihat katanya, terus hasil dari beberapa lukisan sebelumnya juga main konsep warnanya kurang hidup alias mati, atau lebih tepatnya sebuah lukisan yang tidak punya cerita. Oh noo..! memotivasi atau tidak dari nada komentar seperti itu bagi saya sendiri cukuplah untuk di ambil hal positifnya saja dulu, mungkin dari situ saya akan jadi lebih tertantang sekaligus termotivasi untuk bisa berkarya lebih serius lagi dengan memanfaatkan talenta dan semua kemampuan saya dalam menggali potensi pribadi, sehingga nantinya melahirkan sebuah karya nyata bahwa ini lho punya saya.

Di ambil dari kamera Nokia E63

Saya sadar, saya bukanlah orang dengan kapasitas bakat melukis yang genius dengan bercitarasa seni tingkat tinggi. Mungkin kegiatan melukis bagi saya hanyalah sekedar sebuah hobi yang saya sukai. Saya juga sadar karena saya bukanlah orang dengan latar belakang pendidikan yang berbau seni macam apapun. Menjadi seorang pelukis mungkin hanya sebuah terobosan dan hal gila yang saya lakukan untuk mengistankan mimpi buat menjadi seorang pelukis profesional. hanya sebatas kegiatan untuk kebutuhan diri dalam mengisi waktu saat sedang menyendiri. namun tidak ada yang perlu di salahkan dengan mimpi tersebut, bukankah sebuah ungkapan pernah berujar, “gantungkanlah mimpi setinggi mungkin”. Ya, jika mimpi itu tak mampu di wujudkan menjadi kenyataan tapi setidaknya sudah pernah di impikan bukan?. Di luar itu, Secara umum melukis juga punya banyak kemanfaatan, seperti melatih daya imajinasi, merangsang berfikir inovatif dan kreatif, meningkatkan rasa percaya diri, melatih komunikasi simbolik, melatih kerapihan dan kedisiplinan dan masih banyak lagi. di situlah sisi lain dari manfaat kegiatan melukis itu sendiri.

Di manapun ada niat di situ pasti ada jalan, dengan niat dan upaya yang sungguh sungguh, keberhasilan bukan tidak mungkin akan mampu di hadirkan. sekarang saya jadi punya semangat baru lagi untuk bisa serius menekuni dunia melukis ini. beberapa lukisan yang sudah saya hasilkan kemarin juga seolah semakin kuat buat menambah motivasi dan semangat baru lagi buat saya nantinya. mudah-mudahan semangat itu bisa untuk terus di pelihara. apapun kata orang terserah mereka mau berkomentar bagaimana dan seperti apa, yang penting saya punya niat baik dalam wadah kegiatan yang positif. toh mereka juga punya hak untuk menyatakan pendapatnya dengan ngomong kaya gimana. begitu juga sebaliknya, saya juga punya hak dong untuk mengemukakan segala sesuatunya, termasuk mengeluarkan semua imajinasi yang ada dalam ruang pikiran saya buat di tuangkan lewat sebuah lukisan dan tulisan. Selagi mimpi itu masih gratis, ijinkan saya bermimpi menjadi pelukis.


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More