Ramaditya, seperti halnya burung Phoenix, yang matinya hancur menjadi debu. Tapi dari debu itu dia " Reborn ", dan siap terbang kembali.
Begitulah sekelumit kalimat berbau puisi yang di ucapkan rama di gelaran acara kick andy show edisi 3 februari 2012 sebelum rama memainkan Tin wishtle-nya (Silver Strand-The Coors). Ini sekaligus memberi pesan REBORN atau lahirnya kembali seorang rama, yang sekarang konon sedang merilis buku terbarunya dan proyek nyata lainya.
Pastinya kita sudah mengenal dan mudah mudahan sudah pada tahu siapa itu rama? Pemuda penyandang tuna netra sejak lahir ini punya nama asli Eko Ramadtya Adikara. Di tengah segala keterbatasanya sebagai orang yang berkebutuhan khusus, rama adalah seorang blogger, penulis, trainer atau jurnalis media online. Rama juga pernah menjadi kontributor lepas detikcom bidang IT, serta motivator buat para penyandang tuna netra. Dan tragisnya, beberapa tahun yang lalu atau tepatnya tahun 2010 rama seolah mengejutkan banyak pihak setelah membuat pengakuan bahwa apa yang selama ini ia mengklaim sebagai komposer asli musik game jepang (super mario galaxy) ternyata itu adalah kebohongan. Dan ini bukan berarti rama tidak bisa memainkan musik.
Kasus tersebut seolah terbongkar dan menguak tabiat akan semua kebohongan rama yang langsung mendapat stempel buruk di mata khalayak luas, atau kasarnya sebagai seorang plagiat. Bagi para blogger, tentu hal itu adalah bentuk sikap yang di haram-kan. Dan kemarin rama sudah banyak sekali menjelaskan semuanya kepada banyak orang di panggung kick andy show perihal tentang kebohonganya tempo dulu ataupun hal pribadinya pada sisi yang lain. dan saya rasa semuanya menjadi jelas siapa itu rama dengan segala kesalahan dan kelemahanya dan segudang kehebatan dan prestasinya. Apa yang di alami rama dengan kasusnya ibarat kata pepatah: akibat nilai setitik, rusak susu sebelanga.
Ia merasa sangat menyesal apa yang sudah di lakukanya beberapa tahun kebelakang, dan menurut rama sendiri ia sudah bisa belajar dari imbas kejadian tersebut, dan dia sekarang sudah tidak mau lagi berkutat pada pusaran persoalan yang di anggap oleh rama sendiri sebagai bagian dari masa lalu. Dan sekarang, rama seolah merasa di lahirkan kembali setelah sayapnya tumbuh beribu ribu dan siap terbang tinggi ke penjuru dunia baru yang lebih jauh.
Di acara tersebut, saya sendiri melihat rama jauh lebih dewasa. Dengan plot kemeja putih berdasi yang di balut paduan kombinasi jas warna hitam membuat rama jadi kelihatan punya style. Apalagi pas di saat dia memberi sanggahan atau menjawab semua pertanyaan bung Andy F Noya, rama begitu bijak, tenang dan sangat percaya diri setiap kali berbicara panjang lebar tentang masalah dan masa lalunya. Hemm, saya jadi ngiri tentang bagaiamana dia menjelaskan dan berbicara untuk mengakui kesalahanya, dan bahkan dia sendiri mengaku kesalahanya itu semata di anggapnya sebagai teguran dari yang di atas. Dan menilai kesalahan yang di buatnya sendiri adalah bentuk konsekuensi atas kekeliruanya.
Ia beralasan, waktu itu merasa karena terbius sikapnya yang masih labil, berpikir pendek, dan lebih terbawa oleh sikapnya sendiri yang lebih pada mengedepankan ego dari pada rasio. sehingga ia mudah tergelincir yang mengakibatkan menanggung begitu banyak penyesalan. Ia merasa tidak cukup waktu dan tidak butuh untuk membelenggukan dirinya buat meratapi semua bentuk penyesalan tersebut. Semua kesalahanya semata untuk menjadi magnet pengingat, teguran sekaligus point pelajaran hidupnya sendiri.
Atas kejadian yang di buatnya dulu, rama berkisah pada saat itu sangatlah terpukul. Hancur, Sakit hati akibat dari banyaknya nada suara sumbang dan hujatan dari sana sini yang mengarahnya dari berbagai sisi. Tapi di anggapnya itu adalah resiko, bahkan rama sendiri bercerita bahwa dirinya pernah di cap oleh banyak orang sebagai (maaf) orang yang buta mata sekaligus buta hati. stigma negatif jelas sudah melengkapi identitas dirinya waktu itu. Tudingan miring dan negatif seringkali menghampirinya. sakit sekali... Rasanya seperti di lempari batu bata dari sana sini. keluh rama dengan nada datar.
Namun rama tetaplah dengan pribadinya yang tidak pernah menyerah. Di tengah kehancuranya ia memutuskan untuk tetap berdiri. Lantas Ia mencoba untuk sesegera mungkin buat memungut batu bata tersebut, dan batu bata itu ia alihkan fungsinya untuk membuat pondasi menuju pada bangunan pondasi kepribadianya yang lebih baik. Dari penjelasan tersebut sontak tepuk tangan riuh mendadak menjadi membahana di studio acara kick andy show.
Setelah melihat acara yang di tayangkan metroTv setiap jumat malam tersebut, saya mencoba mengais serakan mozaik mozaik untuk sekedar mencari sudut pandang dari sebongkah ilmu dari tontonan inspiratif itu, yang mana nantinya bisa di jadikan sebagai bahan pembelajaran, atau bisa juga pada hal yang lebih menguntungkan yaitu sebagai bekal berupa hikmah dan utamanya esensi tentang mensyukuri nikmat itu sendiri, yaitu berupa nikmat dari Tuhan-- karena saya di lahirkan dengan dua mata yang utuh.
Rama adalah contoh nyata dari kebesaran sikapnya untuk menjadi pribadi yang mestinya tidak bisa di anggap murah. Ia sudah bisa mensejajarkan dirinya dengan orang lain yang lebih sempuna dari segi fisik. bahkan kita yang terlahir dengan sempurna saja belum tentu bisa melakukan apa yang seperti ia torehkan sekarang. Sejujurnya, kita mestinya harus merasa malu atas segala prestasi yang sudah di capai oleh kerja kerasnya rama.
Dengan mengesampingkan tentang semua masa lalunya-- kita yang notabene punya semua yang tidak di miliki rama-- mestinya menjantankan diri untuk memberikan apresiasi buat seorang rama. Di luar tentang dua sisi yang di miliki setiap orang, buat saya sendiri tentu ia adalah seorang figur yang sudah bisa membagikan semangatnya buat dunia. Dan menginspirasi banyak orang. Untuk tetap berdiri di atas puing puing kehancuran, adalah sebuah pilihan hidup yang sekarang di jalani oleh rama.
Dalam bahasan lain yang bisa di petik dari kisah perjalanan hidup yang sudah di ceritakan oleh seorang rama, saya mencoba sedikit berkawan dengan perasaanya, yaitu tentang kesedihnya yang di ceritakanya pada acara tersebut. Bahwa dirinya waktu itu sudah di cap sebagai orang yang buta mata sekaligus buta hati. Ia merasa terpukul serupa jatuh ke dasar bumi. Hancur! Tapi semuanya di anggapnya sebagai proses pembelajaran. Pun Sebenarnya tidak perlu lah menjustifikasi orang sebegitu gampangnya tanpa mencium dulu bau kakinya sendiri. Di luar kelebihanya, semua orang punya sisi lain bahkan dalam pengalaman dan kelemahan terburuknya sekalipun.
Kini, sekarang rama nyatanya sudah terbungkus dalam pribadi yang begitu hebat, sangat sederhana, cerdas dan kuat. Sebagai lokomotiv penyemangat anak muda masa kini. Ia sekarang sudah bangkit kembali berkat dukungan keluarganya, teman temanya, kekasihnya dan yang pasti berkat semangatnya sendiri. Tentang semua hal buruknya itu adalah bagian dari masa lalu yang kelam. Semua orang mestinya dan sewajarnya tidak lepas dari yang namanya bentuk kesalahan, sengaja atau tidak sengaja. Dan sekarang rama masih tetap rama yang dulu, yang sekarang semangatnya terlahir kembali. Sayapnya tumbuh di dua bahu dan siap memikul beribu ribu waktu, menembus dunia yang sedang menunggu.
Dengan prestasinya yang membuat kita malu, dengan semangatnya yang membuat kita patut meniru, dan dengan kelemahanya yang membuat kita sadar, bahwasanya episode hidup itu tidak ada yang pernah tahu. Hanyalah Tuhan satu.







